ForexSignal88.com l Jakarta, 25/07/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak ringan dan sepertinya berupaya melemah lebih lagi sesuai dengan keinginan Trump beberapa waktu lalu.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan sebelumnya, kondisi greenback mengalami tekanan dari beberapa mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1685, GBPUSD ditutup menguat di level 1,3142, AUDUSD ditutup menguat di level 0,7419 dan USDJPY ditutup melemah di level 111,18.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1688, GBPUSD bergerak di level 1,3149, AUDUSD di level 0,7435 dan yen di level 111,37.

Di perdagangan sebelumnya, indeks dolar AS diperdagangkan kurang membaik lagi, dengan rencana perubahan kebijakan bank sentral Jepang yang meningkatkan imbal hasil AS. Namun perlahan-lahan kondisi ini mulai menghilang jelang keputusan BoJ di 30 dan 31 Juli di mana BoJ sepertinya akan merubah kebijakan moneternya sehingga yen sempat menguat sejenak beberapa waktu ini.

Kondisi pelemahan dolar AS masih ada di mana adanya pengaruh dari keinginan Presiden Trump yang ingin agar suku bunga tha Fed tidak naik terus dan juga menuduh Uni Eropa dan China telah melakukan manipulasi pergerakan mata uangnya agar terus melemah dengan menahan kenaikan suku bunganya sehingga dolar AS menguat terus menerus. Verbal intervensi Trump ini merupakan pemusnah harapan penguatan indeks dolar pasca ucapan Jerome Powell pekan lalu

Trump juga sempat menekan Presiden Iran Hasan Rouhani untuk tidak sekali-kali mengadakan perlawanan dengan AS. Kondisi ini tentu menimbulkan gejolak geopolitik yang sebetulnya tidak berpihak ke dolar AS. Dolar AS menguat di pekan lalu berkat adanya pendukung dari pernyataan ketua the Fed Jerome Powell bahwa perekonomian AS masih akan kokoh dan kenaikan suku bunga the Fed memang masih terbuka lebar.

Sisi perang dagang yang belum tuntas membuat investor masih ragu terhadap masa depan ekonomi global, sehingga mereka masih membutuhkan aset pengaman sejenak di luar dolar AS seperti mencari yen. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan sejenak bagi dolar AS sebagai mata uang pengaman atau safe haven dengan mencari yen dan Swiss franc. Namun potensi ini juga tidak bisa dimanfaatkan pound dan euro karena investor akan lebih mengoleksi dolar AS daripada keduanya karena imbal hasil AS lebih menjanjikan jelang kenaikan suku bunganya.

Rencana pemberian bantuan keuangan kepada sektor pertanian AS seakan meberi angin kepada indeks dolar hari ini untuk tidak terlalu tertekan mata uang utama dunia karena sisi perang dagang berusaha ditopang dengan pemberian bantuan fiskal kepada masyarakat AS agar daya beli tetap bertahan.

Sebetulnya situasi safe haven memang tidak bisa dihindarkan dengan pertimbangan menghindari untuk sementara aset-aset berlatar belakang imbal hasil yang tidak pasti suku bunganya, di mana latar belakang dolar AS masih didukung oleh rencana kerja the Fed yang senang menaikkan suku bunganya pada masa mendatang, menjadi poin utama pendukung indeks dolar menguat. Terlihat yield obligasi AS terus bergerak menguat dalam beberapa hari ini.

Peluang penguatan indeks dolar memang sedikir tertutup dengan pernyataan Trump tersebut karena memang situasi perang dagang sekarang ini sedikit beralih ke perang mata uang untuk sejenaknya, karena memang Trump berkehendak agar mata uangnya tidak terlalu menguat.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Reuters

Share This

Berita Forex Lainnya

June 25, 2019

Nah Loh! Cuitan Pedas Trump Terhadap Kebijakan FED Rate Kembali Berkumandang

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve pada hari Senin karena tidak memangkas suku bunga acuan pada rapat bulan ini. Kritikan ini menunjukkan Trump terus menjaga tekanannya pada bank sentral AS untuk…
June 25, 2019

Laju Kenaikan GBPUSD Sedikit Tertahan di Sesi Awal Pekan. Kenapa?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Penguatan poundsterling belakangan ini dipicu oleh sikap dovish Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), bukan dari dalam negeri Inggris. Akibatnya, poundsterling kehabisan tenaga untuk menguat. Setelah The Fed…
June 25, 2019

Sebenarnya Dalam Rangka Apa Trump Berencana ke Korsel Selama Dua Hari? Berikut Penjelasannya!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan akhir pekan ini setelah ia bertukar surat dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan ini meningkatkan harapan akan adanya…
June 24, 2019

Pelaku Pasar WAJIB Mencermati Beberapa Sentimen Penggerak Harga di Minggu Ini. Apa Saja Itu?

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Pekan depan sepertinya akan menjadi periode yang sibuk. Banjir rilis data, dialog dagang AS-China, sampai perseteruan AS-Iran menjadi hal-hal yang perlu dicermati pelaku pasar. Ada dua sentimen besar yang menggerakkan pasar keuangan global…
June 24, 2019

Bocoran Trading EURUSD untuk Hari ini

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Markit Purchasing Manager Index (PMI) yang mengukur ke depan menunjukkan segala sesuatu sedang berjalan pada arah yang benar. PMI manufaktur Jerman naik dari dasarnya dengan angka 45.4 dibandingkan dengan 44.3 waktu yang lalu, menunjukkan…