ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dimulai hari ini dengan perkiraan akan menghasilkan kenaikan suku bunga AS tetapi mungkin akan terdengar pula nada pernyataan lebih berhati-hati mengenai ekonomi tahun depan.

The Fed akan mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu waktu setempat dan diperkirakan akan memperketat kebijakan moneternya untuk keempat kalinya pada 2018.

Namun, semua mata akan tertuju pada sinyal tentang langkah pengetatan lebih lanjut dan apa yang The Fed rasakan tentang bagaimana ekonomi dapat bertahan di tengah konflik perdagangan AS-China dan volatilitas pasar keuangan global.

Tanda-tanda pelambatan global yang dipimpin oleh Eropa dan China, kekhawatiran perang dagang dan menurunnya inflasi AS, telah memangkas ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga The Fed untuk tahun 2019.

Pekan lalu, dolar AS menikmati kinerja mingguan terbaiknya sejak September, mencapai titik tertinggi 18-bulan pada hari Jumat. Euro tergelincir di pekan lalu setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas inflasi dan prakiraan pertumbuhan dan terdengar nada hati-hatinya tentang prospek ekonomi dunia.

Penurunan dolar AS mulai muncul di posisi pasar spekulatif, di mana para investor jangka pendek memotong posisi beli bersih (net long) pada dolar AS dari jumlah terbesar dalam hampir dua tahun, menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC).

Sementara itu, euro naik 0,4 persen pada hari Senin, naik setinggi $1,1358 meskipun kantor statistik Uni Eropa Eurostat sebelumnya menurunkan pembacaan inflasi November. Euro jatuh serendah $1,1266 di minggu lalu.

Data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan dari China dan Eropa pekan lalu telah mendorong para investor menuju safe haven dolar AS.

Yuan China offshore, yang telah jatuh secara signifikan pada 2018, berubah tipis di 6,8971.

Kini para investor pun menunggu pidato Presiden Xi Jinping pada hari Selasa untuk menandai 40 tahun reformasi pasar China. China juga dijadwalkan mengadakan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan minggu ini.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: The Last American Vagabond

Share This

Berita Forex Lainnya

January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…
January 22, 2019

Pergerakan Forex Stabil, GBP Masih Pimpin Pasar

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Dinamika bursa forex sejak kemarin hingga Selasa pagi tampak stabil. Tidak banyak perubahan besar yang tercatat dari pergerakan beberapa pasangan mata uang di sesi perdagangan Senin. Safe haven yen Jepang menguat…
January 21, 2019

China : Banyak Analis Memperkirakan China Mengalami Kontraksi PERTUMBUHAN EKONOMI TERLAMBAT 28 Tahun

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/01/2019 – Sejumlah analis memprediksi, China akan melaporkan pertumbuhan ekonomi paling lambat dalam 28 tahun terakhir di tengah pelemahan permintaan domestik dan kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat (AS). Kondisi ini akan…