ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu dengan PM Belanda Mark Rutte. Dia juga akan bertemu dengan para pemimpin Eropa lainnya pada pertemuan puncak Uni Eropa 13-14 Desember di Brussels, Belgia.

Jurubicara pemerintah Jerman Steffen Seibert membenarkan, Kanselir Angela Merkel akan "menerima PM Inggris Theresa May atas permintaan mereka". Sebagian pengamat berpendapat, Theresa May berharap akan ada beberapa "perbaikan kosmetik" di naskah kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa, sehingga dia masih bisa "menjualnya" di parlemen Inggris sebagai keberhasilan.

Namun para pemimpin Uni Eropa sudah berulangkali menegaskan, tidak akan ada negosiasi ulang mengenai naskah setebal hampir 600 halaman itu. Masih belum jelas, apa langkah yang akan diambil Theresa May selanjutnya di parlemen Inggris.

Setelah mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa lewat perundingan alot bulan lalu, Theresa May di Inggris justru mendapat cemoohan. Partai-partai oposisi menolak kesepakatan itu karena berpendapat Inggris terlalu mengambil jarak dengan Uni Eropa dan ini tidak baik bagi perekonomian. Sementara partai-partai dalam koalisi pemerintahan juga menolak karena menganggp kesepakatan itu tidak benar-benar menjauhkan Inggris dari uni Eropa seperti yang mereka inginkan.

Terutama partai Irlandia DUP, yang ada dalam koalisi Theresa May, mengancam menolak kesepakatan itu. Sementara puluhan anggota dewan dari partainya sendiri, partai Konservatif, juga menyatakan menolak. Itu sebabnya Theresa May hari Senin (10/11) mendadak mengumumkan pembatalan pengambilan suara di parlemen, yang tadinya dijadwalkan untuk hari Selasa (11/12) ini.

Kekhawatiran opsi "No-Deal"

Tidak sampai empat bulan lagi, Inggris akan meninggalkan Uni Eropa, tepatnya tanggal 29 Maret 2019. Yang sekarang jadi sorotan adalah, bagaimana Inggris keluar dari persemakmuran ini. Apakah dengan kesepakatan, atau tanpa kesepakatan, opsi yang sering disebut "No-Deal".

Yang paling dikhawatirkan dunia usaha adalah modus "No-Deal", karena hal itu bisa mengakibatkan kekacauan besar. Karena tidak jelas, apa yang akan terjadi. Apakah warga Inggris yang tinggal dan bekerja di Uni Eropa harus segera meninggalkan kawasan ini, dan sebaliknya? Apakah pesawat-pesawat Inggris masih bisa mendarat di bandara yang ada di Uni Eropa?

Lalu bagaimana lalu lintas barang antara Inggris dan Uni Eropa? Apakah barang-barang itu otomatis naik harganya? Selama ini, semua itu diatur oleh UU Uni Eropa, yang bagi Inggris tidak akan berlaku lagi mulai 29 Maret tahun depan. Itu sebabnya, sejak dua tahun pemerintah Inggris berunding dengan Uni Eropa untuk membuat kesepakatan tentang prosedur Brexit, agar semuanya berjalan teratur.

Tapi penolakan di parlemen Inggris terhadap Theresa May dan kesepakatan dengan Uni Eropa itu sekarang makin lantang. Bahkan anggota partainya sendiri ada yang menuntut dia agar mundur saja.

"Jika kita tidak bisa meloloskan kesepakatannya ... maka saya khawatir satu-satunya cara untuk mengubah kebijakan adalah mengganti perdana menteri, dan saya benar-benar berpikir saatnya bagi dia untuk pergi," kata Steve Baker, anggota dewan dari Partai Konservatif yang mendukung Brexit.

Sementara partai-partai oposisi kecil mendesak Partai Buruh, fraksi oposisi terbesar, agar mengupayakan mosi tidak percaya di parlemen untuk menjatuhkan Theresa May. Setelah berita pembatalan pemungutan suara di parlemen tersebar, nilai tukar mata uang Poundsterling anjlok ke titik terendah sejak April 2017.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 25, 2019

Nah Loh! Cuitan Pedas Trump Terhadap Kebijakan FED Rate Kembali Berkumandang

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Federal Reserve pada hari Senin karena tidak memangkas suku bunga acuan pada rapat bulan ini. Kritikan ini menunjukkan Trump terus menjaga tekanannya pada bank sentral AS untuk…
June 25, 2019

Laju Kenaikan GBPUSD Sedikit Tertahan di Sesi Awal Pekan. Kenapa?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Penguatan poundsterling belakangan ini dipicu oleh sikap dovish Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed), bukan dari dalam negeri Inggris. Akibatnya, poundsterling kehabisan tenaga untuk menguat. Setelah The Fed…
June 25, 2019

Sebenarnya Dalam Rangka Apa Trump Berencana ke Korsel Selama Dua Hari? Berikut Penjelasannya!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 25/06/2019 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan akan mengunjungi Korea Selatan akhir pekan ini setelah ia bertukar surat dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Pertemuan ini meningkatkan harapan akan adanya…
June 24, 2019

Pelaku Pasar WAJIB Mencermati Beberapa Sentimen Penggerak Harga di Minggu Ini. Apa Saja Itu?

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Pekan depan sepertinya akan menjadi periode yang sibuk. Banjir rilis data, dialog dagang AS-China, sampai perseteruan AS-Iran menjadi hal-hal yang perlu dicermati pelaku pasar. Ada dua sentimen besar yang menggerakkan pasar keuangan global…
June 24, 2019

Bocoran Trading EURUSD untuk Hari ini

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Markit Purchasing Manager Index (PMI) yang mengukur ke depan menunjukkan segala sesuatu sedang berjalan pada arah yang benar. PMI manufaktur Jerman naik dari dasarnya dengan angka 45.4 dibandingkan dengan 44.3 waktu yang lalu, menunjukkan…