ForexSignal88.com l Jakarta, 11/12/2018 – Perdana Menteri Inggris Theresa Mei mengumumkan pada Senin kemarin bahwa ia akan menunda pemungutan suara pada perjanjian penarikan yang dinegosiasikannya dengan Uni Eropa, daripada menghadapi kerugian yang menghancurkan di Parlemen yang akan mengancam baik kesepakatan Brexit dan kelangsungan politiknya.

"Jika kita maju dan mengadakan pemungutan suara besok, kesepakatan akan ditolak dengan kemungkinan besar yang signifikan," ujar May di House of Commons.

Hampir 100 anggota Partai Konservatifnya sendiri telah mengisyaratkan bahwa mereka akan memberikan suara menentang versi Brexit versi May. Kekalahan seperti itu akan sulit bagi perdana menteri untuk bertahan, sama halnya seperti kejadian pada bulan Mei, yang gagal memenangkan mayoritas untuk Tories setelah kampanye pemilihan tahun 2017.

Karenanya, pada Senin di Parlemen, Mei malah memilih delay vote yang kemungkinan besar akan menjatuhkannya.

Dengan demikian, ia memperpanjang masa jabatannya cukup lama untuk memberikannya kesempatan lagi dengan para perunding Eropa. Dia bersikeras bahwa dia telah merundingkan kesepakatan Brexit terbaik, tetapi dia setuju untuk kembali ke Brussels minggu ini dan "melakukan semua yang saya bisa untuk mengamankan jaminan yang dibutuhkan Dewan ini untuk mendapatkan kesepakatan ini dan mengantarkan untuk rakyat Inggris."

Dengan menunda pemungutan suara, Mei juga memperpanjang ketidakpastian atas Brexit - apakah, datang Maret, ada kesepakatannya, tidak ada kesepakatan atau tidak ada Brexit sama sekali.

Pada berita tentang kekacauan Brexit, poundsterling merosot dan pasar saham di Amerika Serikat dan Eropa merosot.

Retret May tidak banyak membantu tujuan di Brussels, dan masih belum jelas apa yang “dapat dipastikan” Eropa dapat tawarkan untuk menenangkan para kritikus domestiknya.

Para pemimpin EU jengkel oleh pertengkaran domestik Inggris yang tak ada habisnya. Sebagian besar melihat Brexit sebagai luka yang ditimbulkan sendiri, diperburuk oleh kepemimpinan yang tidak bersemangat. Dan mereka bertanya-tanya berapa lama seperti perdana menteri yang lemah itu dapat mempertahankan kekuasaan.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

August 16, 2019

AS: Indeks US Dollar Kembali Perkasa Didukung Rilis Data Ekonomi Yang Bagus

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat moderat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dan pulih dari pelemahan awal terhadap safe-haven yen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data penjualan ritel AS yang lebih…
August 16, 2019

Uni Eropa: ECB Siapkan Serangkaian Paket Kebijakan Moneter Longgar Baru. Apa Saja Itu?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2019 – Laporan GDP (Gross Domestic Product) kuartal II/2019 menunjukkan pertumbuhan tahunan Zona Euro stagnan 1.1 persen (Year-on-Year), tetapi pertumbuhan kuartalan Jerman tergelincir ke area negatif dan Kanselir Angela…
August 16, 2019

AS: Animo FED Cut Rate Kembali Bergema di Survey FedWatch

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 16/08/2019 – Indeks dolar dibentuk dari enam mata uang yakni euro, yen, poundsterling, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Indeks ini juga dijadikan tolak ukur kekuatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Euro, pound dan…
August 15, 2019

Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Eropa Menaikkan Indeks US Dollar

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kurs dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor khawatir tentang perlambatan ekonomi di Eropa. Jerman, mesin ekonomi di Uni Eropa, baru saja mengumumkan bahwa…
August 15, 2019

Kisut Dah Ah! Perang Dagang Mulai Menekan Output Industri Dan Retail Sales China

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 15/08/2019 – Departemen Statistik China merilis data output industri periode Juli di level 4.8 persen. Data dalam basis tahunan itu melambat dari bulan sebelumnya sebesar 6.3 persen, dan menorehkan laju kenaikan paling lemah sejak…