ForexSignal88.com l Jakarta, 30/11/2018 – Bank of England (BoE) atau Bank Sentral Inggris dalam analisisnya memprediksi dampak ekonomi Inggris pasca Brexit cukup mencengangkan.

Mengutip pemberitaan Reuters, BoE menilai tekanan ekonomi bisa lebih buruk dari krisis finansial global pada satu dekade lalu jika skenario terburuk terjadi pada empat bulan mendatang.

Analisis tersebut juga menilai ekonomi Inggris bisa menyusut 8% dalam waktu setahun apabila Inggris mengumumkan untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan (no-deal Brexit).

Laporan analis ini dinilai mampu memberikan tekanan bagi Parlemen di Inggris, terutama pihak yang tidak setuju pada kesepakatan Brexit yang dibuat oleh Perdana Menteri Theresa May dengan Uni Eropa.

Meski begitu, para pendukung no-deal Brexit tak mau menelan mentah-mentah isi laporan tersebut. Analisis tersebut dinilai dapat memberikan dampak buruk berupa kekhawatiran di masyarakat.

Di sisi lain, tak sedikit pula yang menilai kalau janji-janji yang disebut Theresa May kalau Inggris memilih Brexit dapat mendorong ekonomi lebih mekar dinilai sebagai kebohongan.

Kembali ke analisis bank sentral Inggris, BoE menyebut dalam laporannya ada dua kemungkinan skenario besar kondisi bila Brexit terjadi yaitu skenario tak teratur dan skenario gangguan.

Asumsi pertama pada skenario tidak teratur antara lain melibatkan penundaan penyelesaian perbatasan di Inggris dan hilangnya kepercayaan pasar keuangan di lembaga-lembaga Inggris.

Bila itu terjadi, akan ada penurunan sebesar 25% pada mata uang poundsterling dan membuatnya melemah terhadap dollar. Selain itu, lonjakan inflasi juga diprediksi bisa menjadi 6,5% dari sekitar 2,4% saat ini. Belum lagi efeknya terhadap suku bunga di pasar. Akibatnya, harga properti atau perumahan akan anjlok hingga 30%.

Nah, skenario lainnya yaitu asumsi bahwa sejumlah perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa masih akan berlanjut. Memakai asumsi ini, bank sentral memperkirakan PDB Inggris hanya akan turun 3% selama lima tahun hingga 2022. Harga perumahan tetap akan turun, lebih tipis sebesar 14% dan tingkat pengangguran bisa mencapai 5,75%.

Sementara kalau perjanjian hubungan kerjasama dengan negara sekitar Inggris disetujui, diprediksi ekonomi Inggris hanya akan turun 1% dibanding tetap menjadi anggota Uni Eropa.

"Tugas kami bukan utuk berharap pada skenario terbaik, tapi kami siap untuk menghadapi skenario terburuk," ujar Gubernur BoE Mark Carney dalam konferensi pers. Hal ini seolah menekankan kalau Bank Sentral Inggris mampu bertahan jika skenario terburuk terjadi.

Dalam konferensi persnya kemarin, BoE juga memaparkan sejumlah kesepakatan yang membuat Inggris dan Uni Eropa dapat menjalin hubungan yang erat di masa depan. Paling tidak dengan cara ini, pertumbuhan ekonomi Inggris bisa lebih cepat naik dibanding proyeksi bank sentral.

Asal tahu saja, beberapa waktu sebelumnya, pemerintahan yang dipimpin Theresa May mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Inggris akan lebih buruk kalau tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Meski begitu, dampak buruk dari fluktuasi ekonomi global saat ini diperkirakan masih akan terasa hingga 2030, apalagi bila Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan apapun.

Gonjang-ganjing laporan dari pemerintahan dan BoE ini sempat memicu kemarahan dari kelompok euroceptics garis keras, yang menilai analisis tersebut merupakan pengulangan (repitisi) dari peringatan yang dikeluarkan untuk mempengaruhi pemilih pada referendum 2016 silam.

Sumber : Forexsignalfx88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

March 22, 2019

Inggris : Kisruh BREXIT Semakin Mendekati Detik-detik Terakhir ... Soft Brexit ? Atau Semakin RUNYAM ?!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Para pemimpin Uni Eropa memberi tahu Theresa May pada Kamis kemarin bahwa dia dapat memiliki waktu dua bulan tambahan untuk mengatur Brexit yang tertib, namun demikian Inggris tetap beresiko menghadapi hard brexit…
March 22, 2019

Brexit Lukai Euro dan Sterling, Dolar AS Balas Menekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/03/2019 – Dolar AS rebound terhadap sejumlah mata uang pada hari Kamis, membalas semua kerugian yang terjadi di sesi sebelumnya, karena kekhawatiran pasar terkait Brexit semakin melukai sterling dan euro, membantu menghilangkan…
March 21, 2019

Inggris : Theresia May Minta Uni Eropa Untuk Perpanjangan Tenggat Waktu Brexit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Perdana Menteri Inggris Theresa May meminta penundaan waktu dari para pemimpin Eropa untuk melepaskan diri dari Uni Eropa. Namun, penundaan waktu Brexit yang diminta May diklaim tidak akan makan waktu lama. Dilansir…
March 21, 2019

Dolar Terpukul oleh Dovish Fed, Pound Tetap Lemah

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/03/2019 – Dolar AS turun tajam terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Rabu, setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga AS stabil dan para pembuat kebijakannya menurunkan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih…
March 20, 2019

Anda Mau Tahu Fundamental yang 'PALING HOT' dan Ditunggu Oleh Para Pelaku Pasar di Pekan Ini ? Berikut Ulasannya !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/03/2019 – Fokus pelaku pasar tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS di pekan ini. Namun, sentimen dari The Fed juga tidak bagus bagi dolar AS setelah isu merebak di pasar jika Bank Sentral paling…