ForexSignal88.com l Jakarta, 29/01/2019 – Pertumbuhan global yang suram dan pasar keuangan yang goyah sempat membuat bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengambil jeda dalam menaikkan suku bunga pada awal 2016. Butuh hampir satu tahun bagi para pejabat The Fed untuk yakin bahwa pertumbuhan akan berlanjut dan meyakinkan investor bahwa mereka akan kembali menaikkan suku bunga.

Kondisi serupa dihadapi para pembuat kebijakan The Fed saat mereka bertemu minggu ini, di mana ada skeptisme pasar tentang kenaikan suku bunga lebih lanjut seperti yang terjadi tiga tahun lalu. Selain itu, kebuntuan perdagangan global, penutupan pemerintah federal AS, dan memudarnya kepercayaan bisnis dan konsumen juga semakin mengaburkan gambaran akan adanya kenaikan suku bunga tahun ini.

Pembuat kebijakan sudah jelas merencanakan jeda dalam siklus kenaikan suku bunga. Tantangan bagi Gubernur The Fed Jerome Powell adalah agar jeda yang muncul tidak membuat publik yakin bahwa siklus kenaikan suku bunga The Fed saat ini telah berhenti total.

Secara realistis baru pada paruh kedua tahun ini The Fed diperkirakan akan merasa aman terhadap pemulihan ekonomi AS untuk menjamin kenaikan suku bunga lebih lanjut, kata Robin Brooks, kepala ekonom untuk Institute of International Finance.

Meski beberapa kondisi saat ini lebih sehat daripada 2016, di mana tingkat pengangguran yang rendah berada di rekor historis, namun apa yang berbeda dari sisi negatifnya adalah banyaknya masalah dalam sistem.

Melansir Reuters, beberapa masalah itu termasuk perang dagang AS-China.

Tetapi The Fed sekarang ini terlihat tidak terlalu terburu-buru, di mana beberapa pihak memproyeksikan jeda akan terjadi selama beberapa bulan saja, yang mungkin diperlukan untuk membuat risiko cukup reda bagi mereka sehingga akan menyetujui dua kenaikan suku bunga tahun ini.

Pasar keuangan memperkirakan tidak ada kenaikan suku bunga pada 2019.
Beberapa ekonom sekarang ini berpendapat langkah bank sentral selanjutnya adalah melonggarkan kebijakan moneter, apakah melalui penurunan suku bunga atau memperlambat normalisasi bulanan neraca The Fed.

Pengurangan neraca keuangan hingga US$50 miliar sebulan dirancang sebagai cara yang tidak kontroversial untuk membalikkan akumulasi triliunan dolar The Fed selama krisis keuangan satu dekade lalu. Tetapi ada tekanan yang meningkat, dari pasar dan Presiden Donald Trump, bagi bank sentral untuk memperlambat proses atau tidak menaikkan suku bunga sama sekali.

Usaha Menyeimbangkan

The Fed "membutuhkan cara yang anggun untuk membatalkan" siklus pengetatan tiga tahun yang diperkirakan akan berlanjut ke tahun depan, tulis Steven Blitz, ekonom AS untuk TS Lombard.

Dia mengantisipasi The Fed akan memberi sinyal rencana baru dengan mengubah program neraca pada pertemuan ini atau pada pertemuan berikutnya pada bulan Maret, kemudian dipaksa untuk menurunkan suku bunganya pada akhir tahun ini.

Pertemuan The Fed pada 29-30 Januari minggu ini adalah yang pertama di 2019. Tidak akan ada update suku bunga terbaru atau proyeksi ekonomi dari para pembuat kebijakan, tetapi Powell dipastikan akan mengadakan konferensi pers pertama dari delapan konferensi berita pasca-pertemuan yang dijadwalkan untuk tahun ini.

Konferensi tersebut akan diadakan sekali di setiap sesi Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee / FOMC).

Ini menandai perubahan dari praktik sebelumnya dalam memberikan pengarahan kepada media setelah setiap pertemuan selanjutnya, sebuah langkah yang dikatakan Powell akan meningkatkan transparansi publik, dan membuat investor untuk mengantisipasi setiap pertemuan Fed sama rata.

Hal ini juga dipercaya akan meningkatkan kesalahan komunikasi, dan penampilan minggu depan akan menimbulkan pesan "halus" karena Powell menimbang fakta bahwa ekonomi AS yang kuat dapat menjamin dinaikkannya tingkat suku bunga sehingga mampu menghadapi perlambatan pertumbuhan dunia dan meredakan kekhawatiran akan adanya resesi di pasar keuangan, kata ekonom JP Morgan Michael Feroli dalam analisis pratinjau dari sesi Fed mendatang.

"Kami pikir mereka akan mencoba untuk menghindari memberi kesan bahwa jeda sama dengan berhenti (atau bahkan memotong) atau bahwa prospek ekonomi telah secara material mengalami penurunan."

"Perdebatan penting ... adalah apakah FOMC masih akan lebih memilih untuk memberi sinyal kepada pasar bahwa perubahan suku bunga berikutnya kemungkinan lebih tinggi atau apakah lembaga itu harus menekankan kesabaran dan menghapus panduan tingkat suku bunga sama sekali," tulis ekonom Barclays Michael Gapen.

Yang terakhir, katanya, langkah itu mungkin menenangkan pasar hari ini, tetapi akan menciptakan "volatilitas yang tidak diinginkan nanti" jika Fed memang perlu menaikkan suku bunga lagi.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

September 18, 2019

Uni Eropa: Diluar Ekspektasi, Laporan ZEW Jerman Ternyata Dirilis Cukup Oke

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – Laporan ZEW yang mengisyaratkan perbaikan sentimen ekonomi Jerman. Namun, risiko ekonomi kawasan ini masih cukup besar. Lembaga riset Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) melaporkan bahwa indeks sentimen…
September 18, 2019

Kubu FED Cut Rate Vs Steady Rate, Kira-kira Siapa Pemenangnya?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – The Federal Reserve menggelar pertemuan dua hari dimulai sejak Selasa (17/9) hingga Rabu (18/9) waktu Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS ini diprediksi akan menggunting suku bunga meski di tubuh The Fed sendiri…
September 17, 2019

Indeks US Dollar 'REBOUND' di Sesi Perdagangan Awal Pekan

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) rebound karena investor mencerna data ekonomi terbaru yang keluar ternyata lebih baik dari perkiraan. Sentimen konsumen rebound…
September 17, 2019

China: Perlambatan Ekonomi Semakin Terasa di Berbagai Sektor

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Perlambatan ekonomi Tiongkok semakin mendalam. Indikasinya dari data ekonomi terbaru China yakni pertumbuhan produksi industri pada bulan Agustus 2019 yang terlemah dalam 17,5 tahun terakhir. Efek perang dagang dengan…
September 17, 2019

Ketidakpastian Perang Dagang Ternyata Juga Turut Menekan Perekonomian Jerman Loh!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Kiel Institute for the World Economy (IfW) memprediksi, perekonomian Jerman akan jatuh ke jurang resesi pada kuartal yang tengah berjalan saat ini. Terkait hal itu, IfW memangkas prediksi pertumbuhan untuk negara…