ForexSignal88.com l Jakarta, 25/01/2019 – Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada kuartal I 2019 akan terpukul sebagai akibat dari penutupan sebagian pemerintahan atau shutdown panjang yang masih berlangsung di negeri Paman Sam tersebut.

Perkiraan itu merupakan hasil dari jajak pendapat terbaru yang dilakukan Reuters dengan melibat 100 ekonom pada 16 Januari hingga 23 Januari 2019. Namun, para ekonom melihat resiko resesi tetap stabil. Akibatnya, The Fed belum akan mengambil kebijakan sampai pada pertemuan 30 April-1 Mei mendatang.

Probabilitas resesi AS dalam 12 bulan ke depan tetap stabil dari bulan lalu sebesar 20%. Peluang resesi dalam dua tahun ke depan juga stabil pada median 40%.

"Dengan ekonomi yang mungkin longgar dan inflasi yang tidak bergerak signifikan, pengetatan tambahan dalam kebijakan moneter sepertinya lemah," kata Michael Moran, kepala ekonom di Daiwa Capital Markets melansir Reuters, Kamis (24/1).

Hampir 60% dari peserta jajak pendapat tersebut menilai dampak shutdown akan signifikan pada pertumbuhan PDB AS kuartal I. Berdasarkan jawaban median, dampaknya akan memangkas persentase 0,3 poin. Namun perkiraan para ekonomi ada di kisaran 0,1- 1,3 poin.

Sementara analis memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2,1% (year on year/yoy) pada kuartal ini, turun dari perkiraan 2,3 persen bulan lalu. Lalu pada kuartal II diprediksi tumbuh 2,3% dan kemudian melambat menjadi 1,9% di akhir tahun 2019.

"Jika shutdown berlangsung selama seluruh kuartal, itu bisa mengurangi sekitar persentase poin penuh dari pertumbuhan output yang disesuaikan dengan inflasi kuarta1. Dalam skenario terburuk, PDB riil memang bisa berkontraksi di Q1 jika kebuntuan Kongres ini tetap tidak terselesaikan," kata Brett Ryan, ekonom senior AS di Deutsche Bank.

Penutupan sebagian pemerintah AS yang mempengaruhi 800.000 pekerja federal telah berlangsung lebih dari sebulan dan diperkirakan akan semakin memukul perekonomian yang sudah melambat. Senat AS sedang mempersiapkan pemungutan suara untuk mendanai pemerintah selama tiga minggu.

Survei terbaru itu masih memperkirakan dua kenaikan suku bunga pada tahun 2019, sejalan dengan jajak pendapat yang dilakukan pada Desember 2018 dan dot-plot Fed sendiri. Namun, para ekonom saat ini mengharapkan Fed meningkatkan suku bunga pada kuartal kedua, bukan di kuartal I seperti perkiraan sebelumnya.

Sementara hampir sepertiga dari 105 ekonom memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga hanya sekali atau mempertahankan suku bunga dana tidak berubah pada 2,25%-2,5% pada tahun 2019. Itu jauh lebih tinggi daripada 11 dari 101 responden dalam jajak pendapat sebelumnya.

Lebih dari 80 persen dari 52 ekonom yang menjawab pertanyaan terpisah mengatakan aksi jual di pasar keuangan dan pelambatan yang lebih tajam dalam ekonomi AS menimbulkan tantangan terbesar bagi The Fed dalam menaikkan suku bunga tahun ini.

Adapun pedagang Short-term Interest Rate Future AS memperkirakan tidak akan ada kenaikan suku bunga pada 2019.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

 

Berita Forex Lainnya

September 18, 2019

Uni Eropa: Diluar Ekspektasi, Laporan ZEW Jerman Ternyata Dirilis Cukup Oke

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – Laporan ZEW yang mengisyaratkan perbaikan sentimen ekonomi Jerman. Namun, risiko ekonomi kawasan ini masih cukup besar. Lembaga riset Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) melaporkan bahwa indeks sentimen…
September 18, 2019

Kubu FED Cut Rate Vs Steady Rate, Kira-kira Siapa Pemenangnya?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – The Federal Reserve menggelar pertemuan dua hari dimulai sejak Selasa (17/9) hingga Rabu (18/9) waktu Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS ini diprediksi akan menggunting suku bunga meski di tubuh The Fed sendiri…
September 17, 2019

Indeks US Dollar 'REBOUND' di Sesi Perdagangan Awal Pekan

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) rebound karena investor mencerna data ekonomi terbaru yang keluar ternyata lebih baik dari perkiraan. Sentimen konsumen rebound…
September 17, 2019

China: Perlambatan Ekonomi Semakin Terasa di Berbagai Sektor

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Perlambatan ekonomi Tiongkok semakin mendalam. Indikasinya dari data ekonomi terbaru China yakni pertumbuhan produksi industri pada bulan Agustus 2019 yang terlemah dalam 17,5 tahun terakhir. Efek perang dagang dengan…
September 17, 2019

Ketidakpastian Perang Dagang Ternyata Juga Turut Menekan Perekonomian Jerman Loh!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Kiel Institute for the World Economy (IfW) memprediksi, perekonomian Jerman akan jatuh ke jurang resesi pada kuartal yang tengah berjalan saat ini. Terkait hal itu, IfW memangkas prediksi pertumbuhan untuk negara…