ForexSignal88.com l Jakarta, 03/01/2019 - Tindakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menutup pemerintah (government shutdown) berbuntut panjang. Serikat pekerja federal yang tidak senang dengan ancaman tersebut, kemudian menggunggat Trump ke pengadilan.

Dilansir dari Washingtonpost, Rabu (2/1), mereka menuduh penutupan tersebut merupakan tindakan ilegal yang memaksa lebih dari 400.000 karyawan federal untuk bekerja tanpa upah. Penutupan pemerintah parsial itu telah dimulai sejak 22 Desember 2018.

Sejak itu, banyak agen federal untuk sementara waktu menutup dan menunda kompensasi pekerja tanpa adanya batas waktu yang pasti. Namun pekerja yang dianggap penting atau dikecualikan tetap bekerja. Para penggugat meminta dan semua pekerja yang bernasib sama untuk segera dibayarkan utang upahnya.

"Keterlaluan sekali pemerintah mengharapkan mereka bekerja tanpa mengetahui kapan mereka akan mendapatkan gaji berikutnya," kata kepala pengacara Heidi Burakiewicz kepada Washington Post.

Firma hukum yang berbasis di Burakiewicz, Kalijarvi, Chuzi, Newman & Fitch, dan Federasi Pegawai Pemerintah Amerika, serikat pekerja federal terbesar telah memprakarsai gugatan tersebut. Ini adalah tindakan hukum pertama sebagai efek dari kebijakan penutupan Trump.

Menurut dokumen pengadilan, pegawai pemerintah yang dianggap penting adalah mereka yang melakukan pekerjaan yang berisiko yang melibatkan keselamatan jiwa manusia atau perlindungan properti.
Burakiewicx mengatakan, peran pekerja tersebut diperlukan bagi kehidupan demokrasi yang baik. Seperti agen patroli perbatasan, petugas penegak dan petugas pemadam kebakaran.

Dua penggugat bernama Justin Taravisky dan Grayson Sharp, adalah petugas penyunting di Biro Penjara Federal.

"Mereka melakukan pekerjaan berbahaya, mereka kekurangan tenaga, dan sekarang, mereka tidak tahu kapan mereka selanjutnya akan dibayar," katanya.

Menurutnya, karyawan tersebut akan terus mengeluarkan biaya demi bisa bekerja, seperti biaya bensin, dan perawatan anak. Tanpa menghitung berapa lama penutupan akan berlangsung, banyak pekerja mungkin terpaksa membuat pilihan hidup yang berisiko.

Firma hukum Burakiewicz menggugat pemerintah setelah menjalanan penutupan selama 16 hari di 2013 karena masalah pendanaan untuk hukum layanan perawatan kesehatan Presiden Barack Obama. Alasannya, mengenai kegagalan membayar pekerja federal pada hari gajian yang dijadwalkan secara teratur mereka melanggar Undang-undang Standar Adil dan Perburuhan.

Pengadilan setuju dan berpendapat bahwa karyawan perlu tahu kapan mereka akan menerima gaji mereka. Masih ada 25.000 karyawan yang menunggu kepastian pembayaran ganti rugi tersebut.

Karyawan federal dibayar dua mingguan. Karena waktu penutupan akhir Desember, maka karyawan dengan upah lembur tidak dibayar, seperti Tarovisky dan Sharp, yang saat ini mengajukan gugatan.

Siklus pembayaran berikutnya berakhir pada tengah malam di tanggal 5 Januari 2018, di mana jadwal pembayaran selanjutnya tidak berselang lama.Jika penutupan pemerintah masih berlangsung, dan tidak ada karyawan penting menerima gaji, maka semua pekerja bisa mengajukan tuntutan hukum.

Dari 2,1 juta pekerja federal di seluruh negeri, The Post melaporkan sekitar 800.000 diperkirakan akan terkena dampak penutupan. Ada 420.000 pegawai federal yang dianggap penting. Sementara itu, ada 380.000 pekerja federal lainnya dianggap tidak penting, dan telah diberhentikan sementara sampai penutupan berakhir.

Adapun pegawai yang cuti tersebar di berbagai departemen seperti Departmen Perdagangan, Transportasi, dan Perumahan dan Pengembangan Perkotaan, serta Dinas Kehutanan, Dinas Taman Nasional, dan IRS. Karena mereka tidak menjalankan tugas pemerintah, karyawan tersebut menderita kerugian finansial.

Sejak 22 Desember, Trump terus berkeras untuk meminta anggaran belanja untuk membiayaan pembangunan tembok perbatasan dan membiarakan penutupan pemerintah, bahkan mengklaim bahwa banyak pekerja federal mendorongnya untuk tidak menyerah.

Tony Readon, presiden Serikat Pekerja Perbendaharaan Nasional, yang mewakili 150.000 anggota di 33 lembaga dan departemen federal, menyebut penutupan itu sebagai parodi.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

January 24, 2019

Inggris : MANTAB !! Amandemen Cooper MENAIKKAN Pasangan GBPUSD di Sesi Tengah Pekan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2019 – Kabar gembira datang dari Inggris. Anggota Partai Buruh John McDonnell pada Rabu kemarin mengatakan bahwa partainya kemungkinan besar akan mendukung amandemen Cooper. Sebagai informasi, amandemen Cooper merupakan…
January 24, 2019

Perdagangan dan Ekonomi Global Seret Greenback ke Selatan

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 24/01/2019 – Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang pada hari Rabu karena ketidakpastian pada perdagangan dan ekonomi global mengaburkan prospek jangka pendek mata uang AS dan membatasi pergerakannya pada ruang perdagangan…
January 23, 2019

ASTAGA !! Pasar Keuangan Global 'RONTOK' Gara-gara Peringatan IMF & Perang Dagang

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Pesimisme tentang pertumbuhan global memicu turunnya pasar keuangan dunia, Selasa (22/1/2019), dan membuat para investor mencari perlindungan ke aset-aset yang relatif lebih aman, seperti dolar, obligasi pemerintah,…
January 23, 2019

Risk Appetite Bergeser, Dolar AS Mulai Tergusur

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 23/01/2019 – Dolar AS jatuh terhadap yen Jepang pada hari Selasa karena kekhawatiran tentang pertumbuhan global yang lesu dan berlanjutnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok mendorong para investor untuk mulai mencari aset safe…
January 22, 2019

HOT ISSUES : Negeri Sakura Diprediksi Akan Mengalami RESESI FISKAL !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 22/01/2019 – Jepang, negara Asia dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, diprediksi bisa jatuh ke dalam resesi di tahun fiskal 2019. Negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada ekspor itu telah terpukul oleh…