ForexSignal88.com l Jakarta, 12/04/2019 - Pemangku kebijakan Federal Reserve (The Fed) bulan lalu bergulat dengan ketidakpastian yang signifikan serta inflasi yang terus berada di level rendah pasca perubahan perkiraan kenaikan suku bunga pada 2019.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan Rabu (10/4) The Fed mengatakan bahwa beberapa peserta rapat kebijakan (konsensus) mengatakan, pandangan mereka tentang kisaran target yang tepat untuk tingkat suku bunga acuan fed fund rate (FFR) dapat bergeser seiring dengan perkembangan ekonomi.

Melansir Reuters, Kamis (11/4) reaksi bank sentral Amerika Serikat (AS) ini muncul setelah adanya perlambatan pada kuartal IV yang diperkirakan meluas hingga ke tiga bulan pertama tahun ini.

The Fed juga menyinggung beberapa faktor ketidakpastian ekonomi, mulai dari pertimbangan Brexit, hingga meningkatnya pengeluaran domestik yang dibarengi dengan perlambatan yang lebih dalam dari yang diperkirakan oleh negara-negara di Eropa dan China.

Perkiraan median Fed bulan lalu menunjukkan bahwa tidak ada kenaikan bunga untuk sisa 2019. Prediksi ini berbeda dengan proyeksi The Fed di Desember 2018 lalu yang mengatakan akan ada kenaikan hingga dua kali di tahun ini. Bank sentral AS juga tidak merubah taret kebijakan suku bunga yaitu di kisaran 2,25% hingga 2,5%.

"Mayoritas berharap bahwa prospek ekonomi dan risiko di tahun ini membuat kisaran target tidak berubah untuk sisa tahun ini," tulis The Fed.

Beberapa pejabat The Fed juga mengatakan bahwa ada potensi tingkat bunga yang lebih tinggi di akhir tahun ini jika pertumbuhan ekonomi berlanjut di atas tren jangka panjang.

Namun dengan perlambatan dan risiko ini, prospek The Fed secara luas tetap positif. "Para peserta umumnya mengharapkan kegiatan ekonomi untuk terus berkembang, pasar tenaga kerja tetap kuat dan inflasi tetap berada di kisaran 2%," menurut kesimpulan rapat The Fed.

Meski begitu, para pembuat kebijakan tetap mempermasalahkan inflasi yang rendah. Hal ini bisa menjadikan ekspektasi publik yang ikut merendah seiring melonggarnya pasar tenaga kerja.

Beberapa indikator ini muncul dari perlambatan di sektor makanan dan energi yang melambat menjadi 1,8% pada Januari 2019 dari 2% di bulan Desember tahun lalu.

Berita Forex Lainnya

September 18, 2019

Uni Eropa: Diluar Ekspektasi, Laporan ZEW Jerman Ternyata Dirilis Cukup Oke

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – Laporan ZEW yang mengisyaratkan perbaikan sentimen ekonomi Jerman. Namun, risiko ekonomi kawasan ini masih cukup besar. Lembaga riset Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung (ZEW) melaporkan bahwa indeks sentimen…
September 18, 2019

Kubu FED Cut Rate Vs Steady Rate, Kira-kira Siapa Pemenangnya?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/09/2019 – The Federal Reserve menggelar pertemuan dua hari dimulai sejak Selasa (17/9) hingga Rabu (18/9) waktu Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS ini diprediksi akan menggunting suku bunga meski di tubuh The Fed sendiri…
September 17, 2019

Indeks US Dollar 'REBOUND' di Sesi Perdagangan Awal Pekan

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) rebound karena investor mencerna data ekonomi terbaru yang keluar ternyata lebih baik dari perkiraan. Sentimen konsumen rebound…
September 17, 2019

China: Perlambatan Ekonomi Semakin Terasa di Berbagai Sektor

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Perlambatan ekonomi Tiongkok semakin mendalam. Indikasinya dari data ekonomi terbaru China yakni pertumbuhan produksi industri pada bulan Agustus 2019 yang terlemah dalam 17,5 tahun terakhir. Efek perang dagang dengan…
September 17, 2019

Ketidakpastian Perang Dagang Ternyata Juga Turut Menekan Perekonomian Jerman Loh!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/09/2019 – Kiel Institute for the World Economy (IfW) memprediksi, perekonomian Jerman akan jatuh ke jurang resesi pada kuartal yang tengah berjalan saat ini. Terkait hal itu, IfW memangkas prediksi pertumbuhan untuk negara…