ForexSignal88.com l Jakarta, 01/03/2019  -  Aktivitas industri di Jepang dan China yang ternyata masih tertekan akibat perekonomian global yang melambat memberi energi negatif yang cukup kuat menekan harga minyak.

Hal tersebut tercermin dari Purchasing Manager's Indeks (PMI) manufaktur China periode Februari yang dibacakan di posisi 49,2. Lebih rendah dari prediksi konsensus pasar yang sebesar 49,5 dan sekaligus menjadi yang terendah dalam 3 tahun. Sebagai informasi, angka di bawah 50 berarti terjadi kontraksi, dan berlaku sebaliknya.

Nasib serupa juga terjadi di Jepang, dimana produksi pabrik periode Januari turun 3,7% month-to-month (MtM). Ini merupakan indikator yang kuat menggambarkan ekonomi Negeri Sakura yang masih tertekan akibat lesunya permintaan dari China.

Saat kegiatan produksi pabrik melambat, maka dampaknya juga bisa mempengaruhi permintaan energi. Alhasil pelaku pasar kembali memperhitungkan turunnya permintaan minyak lebih dalam. Harga minyak pun kelebihan beban.

Untungnya, gerakan mengurangi pasokan minyak dunia yang dimotori oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) bersama sekutunya (termasuk Russia) bisa memberi sokongan yang mencegah harga turun lebih dalam.

Seperti yang telah luas diketahui, pada awal Desember 2018 silam, OPEC dan sekutunya telah bersepakat untuk mengurangi pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel/hari yang dimulai sejak awal Januari

Selain itu, Energi Information Administration (EIA) melaporkan bahwa inventori minyak mentah Amerika Serikat (AS) untuk minggu yang berakhir pada 22 Februari turun hingga 8,6 juta barel dari minggu sebelumnya. Sama halnya dengan inventori bensin yang juga terkuras 1,6 juta barel.

Artinya, tingkat konsumsi masyarakat AS masih terbilang cukup baik, bahkan di atas ekspektasi pasar.

Sumber : Forexsignal88.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

June 21, 2019

Nah Loh! Trend Suku Bunga Rendah Tampaknya Mulai Menimpa Bank Sentral AS. Kok Bisa?

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/06/2019 – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mengatakan siap menghadapi risiko pertumbuhan ekonomi global dan domestik dengan pemangkasan suku bunga paling cepat bulan depan. Hal ini mencuat setelah dua hari…
June 21, 2019

Diluar Dugaan, Data GDP Ternyata Dirilis Meningkat Untuk Negeri Kiwi

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 21/06/2019 – Departemen Statistik Selandia Baru merilis data GDP kuartal pertama tahun ini yang meningkat 0.6 persen dalam basis kuartalan (QoQ). Angka ini sesuai dengan ekspektasi ekonom dalam jajak pendapat Reuters, dan bertahan…
June 20, 2019

Berita Forex: Bocoran Pergerakan Harga GBPUSD Hari Ini!

in Berita Forex by Super User
Forexsignal88.Com - Di Inggris pemimpin oposisi Jeremy Corbyn dilaporkan telah bergerak kearah mendukung referendum Uni Eropa yang kedua. Tom Watson wakil Corbyn di Partai Buruh telah secara terbuka meminta partai untuk mengadakan polling baru mengenai Brexit…
June 20, 2019

Perekonomian Global Memburuk Berimbas Pada Kinerja Ekspor Negeri Matahari Terbit

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/06/2019 – Kinerja ekspor Jepang pada Mei turun lantaran pelemahan ekspor peralatan pabrik semikonduktor dan suku cadang mobil China yang melemah, sebagai tanda prospek pertumbuhan ekonomi yang memburuk karena perekonomian yang…
June 20, 2019

Nah Loh! Gaung Pencopotan Powell Sebagai Gubernur FED Kembali Bergema

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 20/06/2019 – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meminta The Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga. Pernyataan Trump ini disampaikan usai muncul kabar bahwa pengacara Gedung Putih pada awal tahun ini telah…