ForexSignal88.com l Jakarta, 13/02/2018 – Dolar Kanada kembali berfluktuasi cukup besar pada hari Senin melawan mata uang AS dan tampak tertinggal dari kinerja banyak mata uang utama lainnya karena para investor khawatir pada data yang menunjukkan peningkatan posisi bullish para spekulan terhadap pada mata uang tersebut.

Pada hari Jumat, data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan perhitungan Reuters menunjukkan bahwa para spekulan menaikkan pertaruhan bullish pada dolar Kanada untuk minggu kelima berturut-turut. Hingga 6 Februari, posisi net long naik menjadi 40.164 kontrak dari 33.465 seminggu sebelumnya.

"Orang-orang akan berpikir bahwa dengan pasar yang terus membeli CAD, mungkin posisi itu akan segera dipangkas," kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing di BMO Capital Markets di New York.

Ia menjelaskan bahwa mungkin itulah salah satu faktor yang membebani perdagangan hari ini yang membuat pasar ketakutan dan memutuskan untuk menjual CAD terhadap semua mata uang lainnya.

Para investor yang baru mengambil posisi bullish atau beli pada mata uang tersebut bisa rentan terhadap kerugian jika para investor lain yang sudah lama membelinya memutuskan untuk memangkas atau keluar dari posisi long (beli) mereka.

Selanjutnya pada akhir sesi Senin, dolar AS jatuh terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk euro dan dolar Kanada, karena saham-saham AS dan lainnya menutup sebagian kerugian dari aksi jual dramatis pada pekan lalu yang membuat indeks S&P 500 mengalami penurunan paling tajam dalam lebih dari dua tahun.

Mata uang terkait komoditas, seperti dolar Kanada cenderung berkinerja buruk saat saham-saham jatuh. Loonie mundur 1,2 persen di minggu lalu namun pada akhir sesi Senin masih menguat tipis terhadap dolar AS.

Kemudian pada Selasa pagi ini dolar AS mulai kembali menekan dolar Kanada sehingga pasangan USD/CAD bergerak naik (penguatan dolar AS) ke C$1,2590.

Selain karena prospek yang kurang cerah di bursa ekuitas domestik dan global, pelemahan dolar Kanada tak lepas dari kondisi harga minyak mentah AS, salah satu ekspor utama Kanada, yang masih dalam tren turun untuk sementara waktu meskipun kemarin sedikit pulih dari penurunan tajam di pekan lalu. Harga minyak mentah AS ditutup naik tipis 0,25% di $59,36 per barel pada akhir sesi Senin dan hingga Selasa pagi masih bergerak tipis.

Sumber berita: ForexSignal88, The Globe and Mail, Reuters

Sumber gambar: Financial Post

Share This

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…