ForexSignal88.com l Jakarta, 12/01/2018 – Dolar Selandia Baru naik ke level tertinggi tiga bulan baru pada Jumat pagi setelah notulen rapat kebijakan European Central Bank yang dilaksanakan pada bulan lalu menandai penghentian yang lebih awal program stimulusnya sehingga membebani greenback.

Kiwi naik menjadi 72,72 sen AS pada Jumat pagi dari penutupan 72,62 sen AS kemarin. Trade Weighted Index naik ke 75,17 dari 74,78 kemarin, naik ke level tertinggi sejak pertengahan Oktober.

Euro tercatat naik 0,7 persen pada penutupan hari Kamis di $1,2032 setelah catatan pertemuan ECB bulan Desember tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan di bank tersebut mempertimbangkan bagaimana ekspansi ekonomi yang kuat dan mandiri yang terus tumbuh akan mempengaruhi keputusan mereka, dan bahwa bank itu dapat mengubah panduan untuk pelonggaran kuantitatif untuk melanjutkan sampai setidaknya September

Perubahan nada dari bank sentral Eropa tersebut mengikuti pengurangan pembelian obligasi dari Bank of Japan (BoJ) dalam apa yang menjadi pergeseran yang lebih luas dari stimulus luar biasa yang disuntikkan ke dalam ekonomi global selama dekade terakhir.

"Sebuah nada yang lebih hawkish pada risalah ECB memberi dorongan pada euro karena pasar mencerna apa arti 'gradual shift'. Pada nilai nominal, ini mengindikasikan ECB bergerak menuju pintu keluar," kata kepala ekonom ANZ Bank New Zealand Sharon Zollner.

"NZD/USD sedang kuat. Terobosan level topside (resistance) utama dapat membuka potensi pergerakan naik lebih jauh," jelas Zollner.

Kiwi pun ikut tertekan oleh euro dengan pasangan mata uang EUR/NZD naik ke NZ$1,6608 pada Jumat pagi.

Mata uang Selandia Baru juga didorong oleh kenaikan harga komoditas, dengan minyak Brent crude naik di atas $70 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014. Data lokal hari ini mencakup izin bangunan November, namun biasanya tidak menggerakkan pasar. Nilai Quotable Value kemarin menunjukkan laju kenaikan nilai properti hampir separuh di tahun 2017 dari tahun sebelumnya.

Kiwi naik menjadi 4,7080 yuan China dari 4,6838 yuan kemarin setelah pemerintah China membantah spekulasi bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk memotong atau menghentikan pembelian Treasuries AS. Laporan tersebut memicu aksi jual Treasuries AS dan greenback pada hari Rabu.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Desk

Sumber gambar: AUD News

Share This

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…