ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Dolar AS rebound terhadap yen pada hari Kamis setelah regulator devisa China mengatakan sebuah laporan tentang Beijing berencana untuk mengurangi atau menghentikan pembelian Treasury AS bisa saja salah.

USD/JPY naik 0,36% menjadi ¥111,84, menjauh dari level terendah satu setengah bulan di ¥111,26.

Regulator valuta asing China mengatakan pada hari Kamis bahwa sebuah laporan tentang Beijing yang akan mengurangi atau menghentikan pembelian obligasi AS mungkin didasarkan pada informasi yang salah dan bahkan palsu.

Dolar AS merosot tajam pada hari Rabu, turun lebih dari 1% terhadap yen setelah Bloomberg melaporkan bahwa pejabat China yang meninjau kepemilikan valuta asing telah merekomendasikan pelambatan atau penghentian pembelian obligasi AS. China adalah pemegang surat utang pemerintah AS terbesar.

Dolar AS sudah berada dalam posisi defensif setelah Bank of Japan (BoJ) memangkas ukuran pembelian obligasi pada hari Selasa, memicu spekulasi bahwa bank itu bisa mulai mengurangi stimulus moneter ‘pada akhir tahun ini.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan-tertimbang enam mata uang utama, naik 0,16% menjadi 92,48.

Dolar AS menguat terhadap euro, dengan EUR/USD meluncur turun 0,14% menjadi $1,1930.

Dolar AS juga menguat terhadap pound dan franc Swiss, dengan GBP/USD kehilangan 0,23%, diperdagangkan pada $1,3476, sedangkan USD/CHF naik 0,34% menjadi Fr0,9813.

Sementara itu, dolar Australia menguat setelah data pada hari Kamis menunjukkan bahwa penjualan ritel negara tersebut mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam empat tahun di bulan November.

AUD/USD naik 0,31% menjadi $0,7866, sementara dolar Selandia Baru sedikit berubah untuk hari ini, dengan NZD/USD di $0,7195.

Dolar Kanada tergelincir lebih rendah terhadap mata uang AS, dengan USD/CAD merayap naik 0,12% menjadi $1,2563, tidak jauh dari level tertinggi hari Rabu di $1,2582.

Loonie tetap di posisi bertahan karena ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Canada pada minggu depan tertekan di tengah kekhawatiran bahwa AS akan menarik diri dari Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Selanjutnya di Kamis malam ini perhatian para investor dan pedagang forex akan terkumpul pada data regular yaitu klaim pengangguran dan inflasi harga produsen AS.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Livemint

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…