ForexSignal88.com l Jakarta, 11/01/2018 – Dolar Selandia Baru naik ke level tertinggi lebih dari tiga bulan baru karena sebuah laporan dari Bloomberg menyebut bahwa China dapat mengurangi pembelian obligasi pemerintah AS yang baru sehingga membebani Wall Street dan greenback.

Kiwi naik setinggi 72,30 sen AS pada hari Rabu dan diperdagangkan pada 72,00 sen pada Kamis pagi ini. Pada hari Selasa kiwi ditutup pada 71,63 sen AS.

Saham-saham di Wall Street dan greenback turun sementara Treasuries AS juga dilepas, mendorong imbal hasil yang lebih tinggi, karena laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya bahwa para pejabat China sedang meninjau kembali kepemilikan valuta asing negara raksasa Asia tersebut dan merekomendasikan pengurangan atau penghentian pembelian Treasuries AS secara keseluruhan.

China merupakan pemegang obligasi pemerintah AS terbesar dengan jumlah $1,19 triliun per Oktober tahun lalu dan mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump mengenai hubungan perdagangan kedua negara juga Korea Utara.

Ekonom ANZ Bank New Zealand Con Williams mengatakan bahwa ketegangan perdagangan tersebut menjadi salah satu alasan China menahan lebih sedikit surat utang pemerintah AS.

Menurutnya, kiwi menguji resistance kemarin namun memiliki peluang untuk menerjang resistance tersebut dengan data-data domestik yang berpotensi lebih baik selama satu minggu ke depan.

Kiwi naik menjadi 4,6775 yuan China dari 4,6713 yuan kemarin setelah laporan tersebut.

Namun, pakar strategi tingkat suku bunga Bank of New Zealand Nick Smyth memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca laporan, mengingat ukuran pasar obligasi AS akan sulit bagi pembeli seukuran China untuk mengabaikannya sampai yuan bebas bergerak (free floating). Menurutnya intervensi untuk membatasi apresiasi mata uang China akan memicu permintaan untuk greenback.

Pun demikian Smyth mengakui reaksi pasar saat ini memang sedang menyoroti sentimen negatif terhadap obligasi.

Sementara itu yen Jepang menjadi mata uang terkuat dalam perdagangan sesi Rabu setelah laporan China tersebut, terus menguat sejak Bank of Japan memangkas pembelian obligasi pemerintah Jepang, yang oleh beberapa pedagang menunjukkan sedikit pengetatan kebijakan oleh bank sentral tersebut. Yen menguat terhadap seluruh rivalnya termasuk dolar Selandia Baru.

Sumber berita: ForexSignal88, Business Desk

Sumber gambar: AnyOption

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…