ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback langsung mengalami tekanan dari mata uang utama Asia khususnya dari yen dengan ada pengaruh dari munculnya usaha bank sentral Jepang yang mengurangi paket stimulusnya sebagai pertanda akan berakhirnya kebijakan ultra-ringannya.

Sejauh ini USDJPY untuk sementara berada di level 112,30 dimana pada penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 112,64. Untuk AUDUSD untuk sementara berada di level 0,7821 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya berada di level 0,7823. Untuk yuan, atau USDCNY untuk sementara bergerak di level 6,5309 setelah tadi pagi ditutup di level 6,5343.

Secara garis besar memang dolar AS masih bertahan di perdagangan kali ini dengan berusaha menghindari tekanan lebih lanjut dan lebih besar dari mata uang utama Asia Pasifik tersebut, setelah suku bunga the Fed naik di pertengahan bulan lalu dan tetap akan naik di tahun ini minimal sebanyak 3 kali lagi seusai pernyataan dari notulen Fed meeting yang terakhir dan hasil dari beberapa data ekonomi AS terkini yang terus mendukung kenaikan suku bunga tersebut.

Pekan lalu muncul data tenaga kerja AS terakhir di tahun lalu, terlaporkan bahwa kondisi tenaga kerja dianggap masih baik berkat adanya dukungan dari pemotongan pajak yang baru disetujui pada akhir bulan lalu. Dampak reformasi fiskal menurut ketua penasehat ekonomi Presiden Trump, Kevin Hasset, akan membuat sisi pertumbuhan upah para pekerja AS membaik di tahun ini sehingga tekanan inflasi juga akan meninggi.

Hal ini juga dipertegas oleh Goldman Sachs bahwa pertumbuhan upah AS bisa meningkat di tahun ini berkat produktivitas ekonominya yang membaik sehingga Goldman Sachs memperkirakan suku bunga the Fed bisa naik 4 kali di tahun ini. Hal ini juga didukung oleh lolosnya UU pajak, di mana sebagian besar perusahaan di AS memberikan tambahan bonus serta kenaikan upah di tahun ini, sehingga partisipasi pajak yang baru ini positif bagi kenaikan inflasi.

Namun bank sentral Jepang sudah mulai mengurangi pembeliaan kembali aset-asetnya, khususnya obligasi jangka panjangnya, sehingga hal ini membuat yen untuk sementara menguat. Kebijakan ini menandakan bahwa bank sentral Jepang sudah mulai menormalkan kebijakan moneternya, seperti yang dilakukan sebagian besar bank sentral utama dunia.

BoJ mengurangi paket stimulusnya sebesar 5% atau sekitar ¥10 trilyun di kala pembelian obligasi jangka pajang 10 tahun dan 15 tahun, sehingga diperkirakan awal tahun depan, BoJ bisa meningkatkan suku bunganya. Hal inilah yang membuat yen terus menguat sejak kemarin.

Dolar Australia sendiri tertahan kenaikannya setelah data inflasi China ternyata mengalami penurunan meskipun harga minyak dunia terus mengalami kenaikan. Sisi pergerakan mata uang Australia ini sering berkait langsung dengan kondisi ekonomi China karena sebagian besar kegiatan ekonomi Australia khususnya di sektor tambang mempunyai pasar ekspor hasil tambang Australia yaitu Asia, khususnya ke China.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: Yahoo Finance

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…