ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Goldman Sachs menyatakan bahwa seiring peralihan ekonomi AS dengan melampaui sektor tenaga kerjanya yang berada di posisi ‘full-employment’ atau tenaga kerja penuh, maka upah di AS dapat ditetapkan untuk meningkat di 2018 ini.

Berbicara kepada media di markas besar Goldman Sachs di London, kepala ekonomi Goldman, Jan Hatzius menggarisbawahi perkiraan pertumbuhan pendapatan rata-rata per jam sebesar 3% di 2018, naik dibandingkan tahun lalu sebesar 2,5%. Hatzius juga menyakinkan media bahwa pertumbuhan 3% adalah harapan yang masuk akal selama 18 bulan ke depan, dan mungkin tumbuh 3,5% di periode selanjutnya.

Jumat pekan lalu, pemerintah AS melaporkan data tenaga kerjanya di mana hal ini merupakan ukuran bulanan untuk pertumbuhan pekerjaan dan upah di AS. Data kemarin di baca investor dengan kecewa dengan peningkatan pendapatan per jam rata-rata tumbuh 9% menjadi $26,63 per jam di bulan Desember. Kenaikan pendapatan rata-rata per jam sebesar 65 sen, angka yang relatif rendah mengingat kinerja ekonomi AS sangat kuat.

Goldman Sachs akhir bulan lalu sendiri menyatakan bahwa pada akhir 2018 nanti, tingkat pengangguran AS bisa diperkirakan turun menjadi 3,5%. Jika demikian maka baik pertumbuhan upah dan inflasi mempunyai kecenderungan bergerak lebih tinggi.

Bank investasi tersebut juga menyatakan bahwa pertumbuhan upah di tahun lalu sedikit mengecewakan, namun meramalkan bahwa 2018 akan melihat sebuah percepatan baru. Kondisi tenaga kerja penuh di dalam istilah ekonomi berarti tingkat pengangguran telah mencapai tingkat serendah mungkin dan kemungkinan bisa memicu inflasi.

Tahun lalu, tingkat pengangguran AS mencapai rekor terendah dalam 17 tahun terakhir di angka 4,1%, jauh di batas angka tenaga kerja penuh 5% untuk AS, tetapi pertumbuhan upahnya sangat lamban. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor yang berbeda termasuk perubahan tehnologi seperti otomatisasi, produktivitas tertinggal dan baby boomer yang pensiun.

Hatzius menekankan bahwa sisi pertumbuhan produktivitas AS sangat lemah setelah krisis keuangan terjadi sehingga mengakibatkan pertumbuhan upah selama ini juga mengalami kesulitan di mana perusahaan tidak banyak memberi upah yang besar serta tidak dapat menaikkan gajinya dengan cepat. Produktivitas tenaga kerja di ukur dengan output barang dan jasa dibandingkan dengan jam yang dihabiskan untuk menghasilkan output tersebut.

Kondisi pertumbuhan upah sebelum krisis bisa di atas 4%, bila tahun ini bisa tumbuh 3%, maka hal tersebut masuk akal menurut Hatzius, namun masih tetap harus memantau pertumbuhan produktivitas yang kuat dan berkelanjutan. Goldman Sachs juga memprediksi kenaikan suku bunga the Fed akan terjadi tiap kuartal, artinya tahun ini bisa naik 4 kali karena pemotongan pajak sepertinya akan meningkatkan inflasi. Prediksi lainnya bahwa pertumbuhan ekonomi AS bisa mencapai 4,1% di tahun ini setelah disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi global.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, CNBC, BBC, Guardian, Bloomberg

Sumber Gambar: Bloomberg

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…