ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Mata Uang AS, dolar atau greenback, ditetapkan beberala ekonom sebagai mata uang yang masih melemah di tahun ini meskipun ada rencana Federal Reserve dapat menaikkan suku bunganya dalam 12 bulan ke depan.

Ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius berpikir bahwa dolar AS kemungkinan akan melemah tajam, setidaknya terhadap mata uang utama dunia dan mungkin juga terhadap mata uang negara-negara berkembang meskipun the Fed punya rencana kenaikan suku bunga di tahun ini.

Kenaikan suku bunga secara teori dapat meningkatkan mata uang karena dapat mendorong investor berduyun-duyun ke negara tersebut dengan antisipasi aset atau surat hutang dengan yield atau imbal hasil yang lebih tinggi. Namun Hatzius percaya bahwa saat ini kondisi kemajuan ekonomi global sangat berkaitan satu dengan yang lain, di mana bank sentral yang lain juga ingin mendorong suku bunga acuannya lebih tinggi, sehingga ini mengurangi daya tarik ke AS.

Lingkungan seperti ini biasanya sulit untuk melihat apresiasi greenback yang besar sehingga umumnya kenaikannya juga bersifat lembut. Seperti kita ketahui, kinerja dolar AS di tahun lalu mengalami penurunan sekitar 10%, khususnya kepada euro, di mana the Fed juga menaikkan suku bunganya sebanyak 3 kali dan ada pemotongan pajak.

Banyak ekonom dunia yang mengutip kondisi tersebut juga merupakan hasil kebijakan ekonomi dan politik Presiden Trump. Ada semacam keraguan yang menimpa Trump sehingga investor internasional merasa malu dengan kondisi di AS termasuk keraguan investor melihat ketahanan ekonomi yang sedang berlangsung saat ini, demikian ungkap Bill Blain, ahli strategi pasar modal dari Mint Partners.

Jane Foley, kepala strategj forex di Rabobank, menyatakan bahwa dolar AS kemungkinan sulit untuk menguat tajam di tahun ini meskipun ada kenaikan suku bunga the Fed, ini juga disebabkan beberapa negara lain mempunyai kinerja ekonomi yang menguat seperti contohnya zona euro dan Inggris dengan tanda bahwa ECB dan BoE mengurangi stimulus mereka di akhir tahun kemarin.

Foley juga menjelaskan secara fakta bahwa banyak bank sentral dari G10 lainnya dapat segera meninggalkan kebijakan moneter yang sangat akomodatif atau longgar atau suku bunga rendah, sehingga hal ini juga mengurangi dampak atau pengaruh suku bunga tinggi dari the Fed.

Status safe haven dolar AS akan segera hilang dalam jangka pendek, di tengah semua ketidakpastian tersebut, apalagi AS tidak memiliki surplus keuangan atau anggaran yang memadai sehingga tempat yang aman di AS makin dipertanyakan, imbuh Foley. Namun sebaliknya, zona euro mempunyai kemampuan yang lebih bagus dan lebih besar dalam hal surplus anggaran tersebut sehingga euro baru-baru ini menjadi tempat pengaman sementara bagi investor.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Bloomberg, CNBC

Sumber Gambar: Financial Times

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…