ForexSignal88.com l Jakarta, 10/01/2018 – Dolar Selandia Baru merosot terhadap greenback pada hari Rabu pagi karena kenaikan imbal hasil pada obligasi pemerintah AS memicu permintaan untuk mata uang cadangan dunia.

Pelemahan dolar Selandia Baru juga terjadi setelah para pedagang ketakutan terhadap keputusan Bank of Japan (BoJ) untuk memangkas pembelian obligasi pada hari Selasa, meskipun sebelumnya aksi BoJ tersebut sempat mengangkat nilai kiwi terhadap greenback.

Kiwi turun ke 71,40 sen AS pada pukul 9 pagi di Wellington dari 71,63 sen AS pada penutupan hari Selasa.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun naik hampir 6 basis poin menjadi 2,54 persen, tertinggi sejak Maret tahun lalu, karena para investor memburu obligasi tersebut dengan pertimbangan pasokan yang akan datang bersamaan dengan pasar obligasi yang dikejutkan oleh langkah BoJ yang mengurangi pembeliannya dalam obligasi jangka panjang pemerintah Jepang.

Bill Gross, fund manager miliarder dari Janus Henderson Group mengatakan di Twitter bahwa kenaikan yield tersebut mengkonfirmasi pasar obligasi yang bearish, mengatakan bahwa garis tren jangka panjang 25 tahun telah ditembus pada obligasi 5 dan 10-tahun.

Phil Borkin, ekonom senior di ANZ Bank New Zealand mengatakan, "Berapa imbal hasil yang tinggi masih merupakan pertanyaan yang sangat terpolarisasi tapi jika imbal hasil riil mulai meningkat secara meyakinkan juga, kita akan terus memperhatikan valuasi aset yang lebih luas karena tingkat tinggi mereka mungkin mulai dipertanyakan."

"Dorongan untuk membawa kiwi lebih tinggi mungkin tidak ada hari ini, terutama setelah lonjakan imbal hasil obligasi AS," tambah Borkin.

Mata uang Selandia Baru turun menjadi 80,77 yen dari 80,85 yen pada hari Selasa setelah langkah mengejutkan dari BoJ itu memicu permintaan untuk mata uang Jepang.

Kiwi naik ke 91,65 sen Australia dari 91,31 sen dan menguat ke 4,6794 yuan China dari 4,6161 yuan. Mata uang Selandia Baru diperdagangkan pada 60,10 sen euro dari 59,96 sen dan meningkat menjadi 53 pence Inggris dari 52,87 pence pada hari Selasa.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, NZ City

Sumber gambar: ABC News

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…