ForexSignal88.com l Jakarta, 08/01/2018 – Jens Weidmann, presiden Bundesbank atau bank sentral Jerman, mendesak European Central Bank untuk menetapkan tanggal pasti kapan akan mengakhiri program pembelian asetnya.

Sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Presiden ECB Mario Draghi saat masa jabatannya berakhir pada akhir Oktober 2019, Weidmann adalah seorang kritikus vokal program pelonggaran kuantitatif bank sentral Eropa.

"Prospek untuk evolusi harga sesuai dengan kembalinya inflasi ke tingkat yang cukup untuk menjaga stabilitas harga. Untuk alasan ini, menurut saya, dapat dibenarkan untuk mengakhiri pembelian obligasi hutang dengan jelas menetapkan tanggal yang pasti (untuk mengakhiri program stimulus)," kata Weidmann dalam sebuah wawancara dengan El Mundo, surat kabar terkemuka di Spanyol, yang dipublikasikan pada hari Minggu (7/1).

ECB telah berjanji untuk terus membeli obligasi setidaknya sampai September. Namun dengan pertumbuhan ekonomi di zona euro yang terbaik dalam satu dekade dan inflasi di atas 1 persen, secara luas diperkirakan ECB akan memangkas program itu.

Weidmann juga meminta bank-bank untuk mengurangi kredit bermasalah (non-performing loans/NPL), dengan mengatakan bahwa aset buruk tersebut menghambat rencana untuk membangun program asuransi simpanan di seluruh blok tersebut, yang dikenal sebagai skema asuransi simpanan Eropa (European deposit insurance scheme/EDIS).

"EDIS dapat membantu memperkuat keamanan finansial di zona euro. Ini pasti akan menjadi hal yang baik. Namun masalahnya, banyak bank membawa sejumlah besar utang buruk," ujar Weidmann.

Penciptaan program asuransi simpanan gabungan telah lama menjadi tujuan utama ECB namun menghadapi tentangan dari Jerman, di mana pemerintah negara tersebut khawatir harus membayar tagihan kepada bank-bank di negara-negara yang dibebani dengan tingkat kredit bermasalah yang tinggi.

Mengenai pemilihan kepemimpinan baru ECB yang akan datang, Weidmann mengatakan bahwa kewarganegaraan kandidat seharusnya tidak menjadi perhatian utama, meredam kekhawatiran yang disuarakan tahun lalu oleh Perdana Menteri Italia Enrico Letta tentang seorang Jerman yang akan mengambil posisi tersebut.

Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos baru-baru ini menyarankan agar posisi wakil presiden ECB, yang saat ini dijabat oleh Vitor Constancio yang memiliki masa jabatan sampai 1 Mei, diserahkan kepada kandidat dari Spanyol.

Spanyol belum memegang posisi di dewan eksekutif ECB sejak tahun 2012 setelah keluarnya Jose Manuel Gonzalez Paramo.

De Guindos sendiri telah dianggap di kalangan politik di Brussels sebagai salah satu kandidat utama untuk posisi sebagai pemimpin para menteri keuangan zona euro.

Sumber berita: ForexSignal88, El Mundo, Reuters

Sumber gambar: El Pais

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…