ForexSignal88.com l Jakarta, 08/01/2018 – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengabaikan tawaran perdamaian dari Seoul belum lama ini namun pada hari Selasa (9/1) ia akan mengadakan dialog formal dengan tetangganya tersebut, untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Seorang pakar ilmu politik asal AS melihat minat mendadak Korea Utara dalam pembicaraan dengan seterunya itu mungkin ada kaitannya dengan kemampuan senjata nuklir yang dimiliki Pyongyang.

"Korut telah membuat kemajuan signifikan dalam program rudal balistik dan nuklirnya, jadi saya pikir mereka merasa sedikit lebih bersedia untuk terlibat dalam pembicaraan sekarang karena mereka benar-benar menunjukkan kemampuan nuklir baru yang bisa menyerang AS," kata Taylor Fravel, profesor ilmu politik di MIT.

Pada bulan November, Korea Utara meluncurkan rudal balistik antar benua baru yang mampu mencapai daratan AS yang dikenal sebagai rudal Hwasong-15 dengan kemampuan terbang lebih dari 13.000 kilometer atau 8.080 mil.

Berbicara di sela-sela Konferensi UBS Greater China di Shanghai, Fravel mengatakan bahwa dia tidak banyak berharap dalam diskusi hari Selasa esok, yang menurutnya sebagian besar akan dipusatkan pada partisipasi potensial Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin di kota PyeongChang, Korea Selatan.

Kim telah mengatakan bahwa dia terbuka untuk mengirim delegasi ke perhelatan olahraga tersebut. Sebagai tanggapan, pemerintahan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menawarkan perundingan tingkat tinggi ke Pyongyang.

Fravel, yang juga anggota dewan direksi untuk Komite Nasional Hubungan AS –China, mengatakan bahwa hal utama yang harus diperhatikan adalah apakah ada putaran kedua di perundingan tersebut.

"Tentu saja, tidak banyak yang bisa diselesaikan dalam satu pertemuan. Kita harus melihat seberapa jauh Korea Utara bersedia melanjutkannya," jelas Fravel.

Untuk saat ini, diperkirakan aksi provokasi lanjutan dari Korea Utara selama Olimpiade tersebut berlangsung kecil peluangnya untuk terjadi.

Menurut Fravel, Kim Jong Un memberi isyarat yang jelas tentang kesediaannya untuk tidak mengganggu perhelatan tersebut dan membiarkan acara tersebut berjalan dengan lancar karena bagaimanapun juga masih merupakan acara Korea, meskipun hanya digelar di Korea Selatan, dan persatuan antar-Korea masih penting bagi Pyongyang.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Reuters

Sumber gambar: Salon.com

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…