ForexSignal88.com l Jakarta, 05/01/2018 – Dolar AS naik tipis terhadap mata uang utama lainnya pada hari Jumat sore ini karena ara investor bersiap untuk mengamati pengumuman data ketenagakerjaan AS yang sangat diantisipasi beberapa jam lagi.

Sebelumnya pada hari Kamis, greenback berada di bawah tekanan setelah rilis laporan ekonomi AS yang beragam. Prosesor penggajian ADP kemarin melaporkan bahwa para pengusaha swasta AS menambahkan 250.000 pekerjaan pada bulan Desember, jauh di atas ekspektasi para ekonom.

Sebuah laporan terpisah menunjukkan bahwa klaim pengangguran AS meningkat 3.000 di minggu lalu menjadi 250.000, mengecewakan ekspektasi untuk penurunan 6.000.

Dolar AS secara singkat pulih setelah para pembuat kebijakan Federal Reserve mengakui, dalam risalah rapat Federal Reserve pada bulan Desember yang dirilis pada hari Rabu, bahwa pasar tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS tetap kuat, meski inflasi tetap lemah dan berada di bawah target 2 persen bank tersebut.

Risalah tersebut tampaknya menunjukkan bahwa bank sentral AS akan terus menaikkan suku bunganya secara bertahap namun laju kenaikan dapat meningkat jika inflasi terkonfirmasi naik.

Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap perdagangan tertimbang enam mata uang utama, naik 0,19 persen di 92,03, demikian yang terlihat pada data CNBC.

Euro dan pound masih relatif stabil meskipun agak tertekan, dengan EUR/USD di $1,2047 dan GBP/USD di $1,3530 saat berita ini ditulis.

Yen dan franc Swiss melemah, dengan USD/JPY naik 0,42 persen menjadi ¥113,20 dan dengan USD/CHF menambahkan 0,40 persen menjadi Fr0,9756.

Sementara itu, dolar Australia dan Selandia Baru berbalik melemah, dengan AUD/USD turun 0,30 persen pada $0,7840 dan dengan NZD/USD berkurang 0,08 persen menjadi $0,7150.

Sebelumnya pada hari Jumat, Biro Statistik Australia mengatakan bahwa defisit perdagangan negara itu melebar menjadi A$628 juta pada bulan November dari A$302 juta di bulan Oktober, yang jumlahnya direvisi dari perkiraan sebelumnya yaitu A$105 juta. Analis memperkirakan defisit perdagangan akan melebar menjadi hanya A$550 juta di bulan November.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Investing, Reuters

Sumber gambar: Pinterest

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…