ForexSignal88.com l Jakarta, 06/12/2017 – Kombinasi antara kenaikan auku bunga dan naik tajamnya ekuitas global yang terus berlanjut, membuat beberapa analis keuangan dunia memperkirakan akan terjadi resesi yang tak bisa dielakkan sebelum 2019 nanti.

CEO Economist Intelligence Unit, Robin Bew menyatakan kepada CNBC semalam bahwa the Fed akan terus mengencangkan kebijakan moneternya dengan cukup stabil selama beberapa tahun ini hingga beberapa tahun kedepan, tapi Bew mulai berpikir bahwa diakhir siklus nanti pasar akan mulai melihat sebuah kondisi resesi ekonomi, khususnya di 2019 nanti.

Seperti kita ketahui bahwa pengetatan kebijakan moneter the Fed yang berupa kenaikan suku bunga secara bertahap sekaligus sudah menarik paket stimulusnya yang mereka pompakan ke ekonomi AS pasca terjadinya krisis keuangan 2008. Situasi kebijakan the Fed ini membuat bank sentral Eropa, ECB juga ikut melakukan pengetatannya dengan mengecilkan defisit neracanya serta mengurangi program pelonggaran kuantitatifnya.

Bew menyatakan bahwa saat ekonomi AS melaju tumbuh dan pengangguran menunjukkan penurunannya, maka secara bertahap akan menyerap lebih banyak kapasitas cadangan keuangannya dan membuat ekonominya agak mengendur sehingga Bew yakin bahwa di 2019 ekonomi AS akan makin melemah.

Likuiditas yang diberikan bank sentral adalah bagian penting yang harus kita pahami untuk memastikan kita bagaimana pasar reaksi, demikian ungkap Sonja Laud, kepala ekuitas di Fedelity International. Likuiditas yang menyusut bisa menghasilkan penjualan ekuitas, imbuhnya. Laud juga menambahkan jika kita mengambil kelebihan likuiditas tersebut maka pasti akan menemukan hambatan aneh di beberapa bagian pasar dimana kita tidak akan dapat bebas berdagang seperti yang dikira pada umumnya.

Biasanya kita hanya bisa menjual aset yang paling likuid dan ada dimana ekuitas biasanya ada area pilihannya. Laud juga melihat bahwa pengetatan moneter atau likuiditas yang diperketat dikombinasikan dengan pasar saham yang terlalu tinggi untuk beberapa waktu ini, telah memicu pertanyaan apakah ada benturan-benturan kepentingan didalamnya.

Tetapi Laud juga melihat bahwa kebijakan pengetatan fiskal seperti reformasi pajak akan mengarah pada jatuhnya pasar dimana ada analis yang percaya bahwa pasar saham akan terus naik di tahun mendatang. Periode kenaikan harga saham juga menguatirkan dengan valuasi alias penilaian saham sendiri yang ‘overstretched’ atau terlalu tinggi sehingga akan mudah digoyahkan sehingga ditakutkan akan ada resesi.

Daily Telegraph sendiri memperingatkan bahwa valuasi yang terlalu tinggi bisa menyebabkan keruntuhan ekonomi seperti gelembung dotcom di akhir 1990an dan runtuhnya Wall Street di 1929.

Sumber Berita: Reuters, ForexSignal88.com, Bloomberg, CNBC,

Sumber Gambar: Financial Times

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…