ForexSignal88.com l Jakarta, 04/12/2017 – Posisi jual dolar AS para spekulan bertambah ke level terbesar dalam kira-kira lebih dari sebulan, demikian menurut perhitungan data Reuters dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) yang dirilis pada hari Jumat.

Nilai posisi bersih jual (net short positions) dolar AS, yang berasal dari posisi bersih para spekulan di Pasar Moneter Internasional pada yen, euro, pound sterling Inggris, franc Swiss dan dolar Kanada dan dolar Australia, adalah $3,93 miliar pada pekan yang berakhir pada 28 November.

Angka tersebut lebih tinggi dari net short positions minggu sebelumnya sebesar $3,15 miliar.

Net short positions dolar AS naik untuk minggu kedua berturut-turut. Para spekulan telah menjual greenback selama 20 minggu berturut-turut.

Dalam ukuran yang lebih luas dari posisi dolar AS yang mencakup kontrak bersih pada dolar Selandia Baru, peso Meksiko, rubel Rusia dan real Brazil, dolar AS membukukan net short positions senilai $6,213 miliar pada minggu lalu, dari $5,23 miliar sebelumnya.

Dolar AS mengakhiri pekan lalu dengan catatan sedikit positif, dengan Indeks Dolar AS naik 0,1 persen dengan dorongan dari data ekonomi AS yang kuat pada minggu lalu.

Omer Esiner, analis pasar utama, di Commonwealth FX di Washington, mengatakan bahwa data-data tersebut sebagian besar menegaskan pandangan pasar bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut sedang meningkatkan momentum di saat memasuki bulan-bulan terakhir tahun 2017.

Esiner menambahkan bahwa laporan tersebut juga sebagian besar membuat ekspektasi pasar terus hidup bahwa Federal Reserve kemungkinan akan terus menormalkan kebijakan moneter AS secara mantap dan bertahap.

Tapi bisa saja kenaikan dolar AS jauh lebih tinggi di minggu lalu jika bukan karena laporan dari ABC yang mengatakan bahwa mantan penasihat Michael Flynn siap untuk bersaksi bahwa Trump yang mengarahkannya untuk melakukan kontak dengan Rusia saat dia menjadi kandidat presiden tahun lalu.

James Chen, kepala riset di Forex.com di Bedminster, New Jersey, menjelaskan bahwa di tengah berita Flynn, dolar AS tampaknya tetap menunggu hasil reformasi pajak AS dan pertemuan penting The Fed berikutnya pada pertengahan Desember.

Sementara itu, posisi short yen turun menjadi 110.640 kontrak, terkecil sejak pertengahan Oktober.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: The Strait Times

Share This

Berita Forex Lainnya

December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…
December 17, 2018

Situasi Politik dan Ekonomi di Luar AS Bantu Greenback Menghijau

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Dolar AS naik ke titik tertinggi 19 bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Jumat (14/12) karena berita politik dan ekonomi yang mengkhawatirkan di luar Amerika Serikat (AS) mendorong tawaran yang kuat untuk sisi…
December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…