ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2017 – Sepanjang sesi Asia Pasifik pada hari Selasa, dolar Selandia Baru berada di bawah tekanan sehingga terhadap dolar AS, kiwi jatuh ke $0,6845. Selanjutnya tekanan datang dari euro mulai Selasa siang karena mata uang tunggal zona euro itu menguat tajam terhadap rival-rivalnya setelah sebuah data menunjukkan ekonomi Jerman, ekonomi terbesar dan penggerak kawasan tersebut, lebih baik dari perkiraan.

Beruntung bagi dolar Selandia Baru karena dominasi euro kemarin juga menghantam dolar AS sehingga terhadap greenback, kiwi sedikit pulih namun tetap tercatat berakhir turun 0,38% di $0,6876.

Sementara itu euro menguat tajam terhadap dolar Selandia Baru dengan pasangan EUR/NZD melonjak ke NZ$1,7156 dan berakhir di level yang sama.

Sementara itu, indeks sentimen ekonomi lembaga riset ZEW yang dirilis kemarin juga menambah bahan bakar kepada euro, naik menjadi 18,7 pada bulan ini dari 17,6 di bulan Oktober. Jerman membantu mendorong pertumbuhan kawasan tersebut, dengan perkiraan awal produk domestik bruto zona euro dari Eurostat menunjukkan pertumbuhan kuartalan 0,6 persen dan kenaikan tahunan sebesar 2,5 persen.

"Untuk pertama kalinya, pertumbuhan ekonomi di negara-negara besar di Eropa menunjukkan beberapa penguatan lagi," kata Con Williams, ekonom urban di ANZ Bank New Zealand.

Williams mengatakan di Selandia Baru hari ini, data real estate akan diawasi ketat untuk melihat tanda-tanda pendinginan lebih lanjut di pasar perumahan Selandia Baru setelah terjadi perubahan pemerintahan.

"Anekdot perumahan tetap tenang pasca pemilihan, jadi kita tidak akan terkejut melihat volume omset tetap rendah dan inflasi harga rumah terus menjadi moderat, dengan kemungkinan tekanan ke bawah di Auckland," katanya.

Selanjutnya pada Rabu pagi, dolar Selandia Baru masih berupaya untuk terus menekan dolar AS setelah terbantu oleh data dari sepupunya yaitu Australia. Pagi tadi Westpac Consumer Sentiment Australia turun tajam dari 3,6% ke -1,7%. Data Wage Price Index negara tersebut tidak berubah di 0,5% namun mengecewakan ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 0,7%.

Pasangan AUD/USD langsung tergelincir dari NZ$1,1105 ke NZ$1,1011. Penguatan kiwi terhadap Aussie sedikit membantu mata uang itu untuk menguat tipis terhadap dolar AS dengan NZD/USD sempat naik ke $0,6888.

Sumber berita: ForexSignal88, NZ Herald, Reuters

Sumber gambar: Financial Review

Share This

Artikel Terkait Lainnya

 

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…