ForexSignal88.com l Jakarta, 15/11/2017 – Selama hampir dua bulan terakhir, dunia dapat bernafas lega karena ancaman perang nuklir kembali mereda setelah Korea Utara, mungkin untuk sementara, menghentikan uji coba rudalnya yang terbilang provokatif. Secara otomatis permintaan terhadap aset-aset safe haven seperti emas, yen dan franc juga berkurang.

Namun demikian, pada hari Selasa (14/11) Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan bahwa jeda tes rudal Korea Utara hampir dua bulan tersebut bukanlah indikasi bahwa negara tetangganya itu telah menghentikan pengembangan senjata. PM Abe juga bersikeras bahwa terlalu dini untuk melakukan pembicaraan dengan rezim tersebut.

"Saya percaya bahwa pihaknya terus mengembangkan senjatanya," kata Abe pada sebuah konferensi pers di Manila setelah serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Asia lainnya pada sebuah pertemuan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Forum Asia Timur.

"Tidak ada gunanya melakukan pembicaraan demi perundingan," katanya.

Desakan Abe bahwa sanksi keras, termasuk pembatasan penjualan minyak, diperlukan untuk melunakkan rezim Korea Utara selama musim dingin yang akan datang dapat membuatnya berselisih dengan negara lain seperti Korea Selatan yang mungkin setuju untuk membuka perundingan jika pihak Korea Utara berkenan memulainya.

Setelah menembakkan rudal beberapa kali selama dua atau tiga bulan sejak April, uji coba rudal Korea Utara terakhir dilakukan pada bulan September, setelah negara itu menembakkan sebuah roket yang melewati pulau Hokkaido di utara Jepang.

Abe mengatakan bahwa dia akan bekerja sama dengan negara-negara lain di kawasan itu termasuk China dan Rusia untuk membujuk Korea Utara agar menghentikan pengembangan rudal dan melepaskan ambisi senjata nuklirnya.

Abe, dalam sebuah pertemuan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan puncak Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Vietnam pada hari Sabtu (11/11), memuji awal baru hubungan antara dua kekuatan ekonomi dan militer Asia, termasuk kerja sama terkait Korea Utara.

Abe pada hari Selasa juga mengatakan bahwa ia ingin memperdalam hubungan budaya dan ekonomi dengan China.

Pemimpin Jepang tersebut, yang juga meminta daerah Indo-Pasifik semakin terbuka dan bebas untuk semua, akan kembali ke Jepang pada hari ini.

Sumber berita: ForexSignal88, Reuters

Sumber gambar: Global News

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…