ForexSignal88.com l Jakarta, 21/05/2018 – Pada perdagangan pasar uang Asia Pasifik hingga jelang siang hari ini, secara umum dolar AS atau greenback masih bergerak sangat ringan di kala pasar sudah melihat bahwa dolar AS masih terus melanjutkan sisi penguatannya.

Seperti kita ketahui bahwa di perdagangan kemarin, kondisi greenback memberikan tekanannya kepada mata uang utama dunia lainnya, sehingga hal ini mengakibatkan EURUSD ditutup melemah di level 1,1770, GBPUSD ditutup melemah di level 1,3468, AUDUSD ditutup mendatar di level 0,7509 dan USDJPY ditutup mendatar di level 110,75.

Dan untuk sementara di pagi ini, EURUSD bergerak di level 1,1749, GBPUSD bergerak di level 1,3460, AUDUSD di level 0,7519 dan yen di level 111,01.

Sebelumnya di perdagangan akhir pekan lalu, indeks dolar AS diperdagangkan masih menguat dan tetap bertahan di dekat level tertinggi 4 setengah bulannya diiringi dengan masih bertahannya juga imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih di atas level 3% yang merupakan level psikologis tertinggi hampir dalam 7 tahun terakhir. Yield obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di level 3,06%, membuat isyarat ke investor bahwa investasi di AS masih lebih menjanjikan daripada negara maju lainnya.

Data ekonomi AS di pekan lalu seakan ada konfirmasi nyata bahwa indeks dolar harus menguat karena dukungan kepada naiknya suku bunga the Fed bulan depan semakin membesar. Kondisi dolar AS pagi ini sedikit melanjutkan penguatannya, namun tidak terlalu besar karena investor melihat data neraca perdagangan Jepang yang membaik, namun mata uang AS tersebut sedikit melanjutkan sisi penguatannya terhadap yen.

Ini terjadi di mana nuansa safe haven yen tetap kalah dengan pernyataan dari Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin bahwa AS dan China sepakat untuk menunda perang dagangnya setelah kedua belah pihak akan menunda kebijakan tarifnya.

Mnuchin menyatakan bahwa China akan setuju memberikan pengurangan defisit perdagangannya senilai $200 milyar di mana China akan lebih banyak membeli produk-produk pertanian dan energi serta tehnologi AS. Namun sebetulnya China juga berharap kepada perusahaan ZTE diberikan kebebasan lagi untuk berbisnis di dunia pasca tuduhan perusahaan tehnologi China ini melakukan pelanggaran bisnis.

Namun seperti kita ketahui bahwa sejak data tenaga kerja AS rilis di periode lalu memang mengisyaratkan terhadap ruang pendorong bagi the Fed untuk makin memperketat dan memantau perkembangan kinerja ekonominya yang kian lama kian memanas. Sedangkan pihak bank sentral dunia lainnya, masih akan mempertahankam kebijakan moneter longgarnya, sehingga dari sini sudah pasti kalau yield obligasi AS masih akan menguat dan tentu akan membuat dolar AS membaik nilainya.

Permasalahan politik di Italia juga masih bisa membatasi pergerakan positif euro. Sedangkan persetujuan parlemen Inggris mengenai kesepakatan kepabeanan pasca Brexit masih terus membuka peluang bagi pound untuk menjadi salah satu alternatif investasi di pasar uang.

Sumber Berita: Investing, MarketWatch, Reuters, Bloomberg, ForexSignal88

Sumber gambar: CNBC

Share This

Berita Forex Lainnya

December 14, 2018

Euro dan Sterling Tekan Greenback

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Euro bertahan stabil terhadap dolar AS, meskipun berakhir sedikit negatif, pada hari Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB), seperti yang diperkirakan, menghentikan pembelian obligasi baru dan berjanji untuk…
December 14, 2018

Kisruh 'BACKSTOP' Terus Mengganjal Skenario 'SOFT BREXIT'

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 14/12/2018 – Posisi Theresa May sebagai Perdana Menteri Inggris sementara ini aman. Ini setelah May memenangi pemungutan suara di parlemen pada Kamis (13/12/2018) dini hari WIB. Namun, perjuangan May demi kesepakatan Brexit dengan…
December 13, 2018

Keyakinan Tory Tenggelamkan Dolar AS

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Pukulan keras pound sterling dan rival greenback lainnya pada hari Rabu memaksa mata uang AS tersebut melepas penguatan di dua sesi sebelumnya. Tekanan jual terhadap dolar AS terjadi karena data inflasi konsumen yang…
December 13, 2018

BREXIT : Situasi Semakin TIDAK KONDUSIF, PM Inggris Theresa May ke Berlin Minta Bantuan Angela Merkel

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 13/12/2018 – Setelah secara mengejutkan membatalkan pemungutan suara di parlemen, Perdana Menteri Inggris Theresa May berangkat ke Berlin hari Selasa untuk berkonsultasi dengan Kanselir Jerman Angela Merkel. Sebelumnya May bertemu…
December 12, 2018

Pasar Keuangan Mulai Bertaruh Adanya 'PEMANGKASAN FED RATE

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 12/12/2018 – Pasar keuangan mulai meragukan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve alias Fed Fund Rate tahun depan. Bank sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan untuk…