ForexSignal88.com l Jakarta, 13/03/2018 – Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama pada hari Senin, tertekan oleh data yang menunjukkan tingkat upah yang rendah terus-menerus terjadi yang kemungkinan akan menghambat Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga lebih dari tiga kali tahun ini.

Laporan gaji non-pertanian pada hari Jumat menunjukkan penambahan pekerjaan untuk bulan Februari jauh lebih tinggi dari perkiraan, namun inflasi upah, indikator yang diawasi dengan ketat oleh The Fed, tetap lemah.

Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington, menjelaskan bahwa data beragam di pasar tenaga kerja AS pada pekan lalu gagal meyakinkan pasar mengenai kenaikan suku bunga The Fed lebih dari tiga kali di tahun ini.

Menurut Manimbo, pertumbuhan upah perlu bergerak di atas 3 persen sehingga tingkat suku bunga The Fed dapat naik lebih cepat dan menggairahkan dolar AS.

Pendapatan rata-rata per jam naik tipis empat sen atau 0,1 persen menjadi $26,75 di bulan Februari, sebuah penurunan dari kenaikan 0,3 persen di bulan Januari, menurunkan kenaikan pada pendapatan rata-rata pada basis tahunan menjadi 2,6 persen dari 2,8 persen pada Januari.

Dolar AS juga terus tertekan akibat ketidakpastian proteksionisme perdagangan AS setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif impor baja dan aluminium, kecuali terhadap Meksiko dan Kanada.

Shaun Osborne, kepala strategi mata uang di Scotiabank di Toronto, mengatakan bahwa ia tetap berhati-hati terhadap prospek dolar AS dan mengatakan bahwa penerapan tarif impor, bahkan dalam skala terbatas, belum menunjukkan dampak positif terhadap dolar AS seperti yang pernah terjadi pula di masa lalu.

"Secara umum, menurut kami rezim proteksionisme juga tidak memerlukan dukungan kuat dalam mata uang domestik," jelas Osborne.

Sementara itu hingga Selasa pagi yen, yang cenderung berkinerja baik saat pasar dalam kecemasan, menguat karena para pedagang mengamati dugaan penutupan skandal akronimisme yang melibatkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan sekutu dekatnya, Menteri Keuangan Taro Aso.

Sementara itu euro bergerak naik terhadap dolar AS. Setelah awal yang kuat untuk tahun 2018, euro tetap di bawah $1,2556, puncak 3 tahun yang disentuh pada bulan Februari. Namun hasil rapat bank sentral Eropa yang lebih dovish dari perkiraan pada minggu lalu terus membebani mata uang tunggal tersebut.

Sumber berita: ForexSignal88, CNBC, Forex Factory, Reuters

Sumber gambar: Investopedia

Share This

Berita Forex Lainnya

December 19, 2018

Pasar Antisipasi Fed Meeting, Dolar AS Terpelanting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dolar AS jatuh ke level terendah dalam satu minggu pada hari Selasa karena para investor terus mengurangi pertaruhan posisi beli pada mata uang tersebut. Greenback melemah untuk sesi kedua berturut-turut. Para…
December 19, 2018

AS : Cuit Trump Kembali Menyindir FED Menjelang FOMC Meeting

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 19/12/2018 – Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) akan menggelar rapat pada Selasa (18/12/2018) sore waktu setempat. Banyak pihak, termasuk Presiden AS Donald Trump, menunggu langkah…
December 18, 2018

Dolar AS Alami Tekanan Menjelang Dimulainya Rapat FOMC

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Dolar AS mengalami tekanan yang cukup kuat dari rivalnya pada hari Senin, turun dari level tertinggi 18-bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya. Para pedagang mulai melepas dolar AS dan bersiap diri menjelang…
December 18, 2018

AS Kenakan Sanksi Bagi Mantan Pemimpin Korea Utara, Denuklirisasi TERANCAM BATAL

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2018 – Korea Utara telah memperingatkan bahwa sanksi baru Amerika Serikat (AS) terhadap tokoh-tokoh senior dalam rezim Korea Utara merupakan provokasi yang disengaja. Juga dapat menggagalkan upaya untuk denuklirisasi,…
December 17, 2018

Indikasi AS Resesi Mulai Nampak !!

in Berita Forex by FS88 Research Division
ForexSignal88.com l Jakarta, 17/12/2018 – Risiko resesi Amerika Serikat (AS) dalam 2 tahun ke depan telah meningkat menjadi 40%, menurut survei ekonom Reuters. Survei ini juga menyampaikan perubahan signifikan dalam ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank…