ForexSignal88.com l Jakarta, 15/05/2019 – Hingga awal sesi perdagangan Eropa terlihat dolar AS bertahan stabil sementara dolar Australia terus bergerak di level terendah lebih dari empat bulan karena para pedagang menunggu data Eropa dan AS untuk petunjuk tentang apakah yang terburuk sudah berakhir bagi ekonomi global.

Pasar valuta asing menunjukkan sedikit reaksi terhadap pertumbuhan yang lebih buruk dari perkiraan pada data hasil produksi industri dan penjualan ritel China untuk bulan April yang menggarisbawahi perlunya Beijing untuk menggelar lebih banyak langkah-langkah stimulus untuk mendukung ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Dolar AS masih mendapat dukungan karena masalah perdagangan tetap menjadi isu utama di benak para investor global walaupun Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa menegaskan bahwa pembicaraan perdagangan dengan China belum gagal.

Para investor akan terus memantau pasangan mata uang utama. Dolar Australia dan yuan China condong untuk tetap di bawah tekanan, di dekat posisi terendah baru-baru ini.

Para pedagang akan terus mencari petunjuk yang lebih banyak sebagai konfirmasi pendinginan dalam perang perdagangan sebelum mencari celah untuk masuk ke posisi buy baru.

Kini pasar akan mengamati pada laporan zona euro dan produk domestik bruto Jerman, penjualan ritel dan produk industri AS untuk periode April, untuk melihat petunjuk tentang keadaan ekonomi global.

PDB zona euro sudah dirilis siang tadi, naik 0,4% kuartal-ke-kuartal dalam tiga bulan pertama 2019, menurut pembacaan awal yang dirilis pada akhir bulan lalu. Sebab itulah euro mulai menunjukkan perlawanan.

Mengingat data China yang lemah, pasar tidak akan bisa menghindari reaksi besar jika data AS juga lemah meskipun kelak akan cukup membingungkan apabila data AS tetap kuat di saat data China melemah.