ForexSignal88.com l Jakarta, 12/06/2019 – Indeks dolar AS turun sedikit pada hari Selasa karena para investor fokus pada perang dagang AS-China dan data ekonomi untuk sinyal pertumbuhan dan apakah Federal Reserve kemungkinan akan menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Pada hari yang sama harga emas sempat tertekan ke level terendah satu minggu karena AS menghentikan rencananya untuk mengenakan tarif pada Meksiko, meningkatkan minat para investor terhadap aset berisiko seperti ekuitas dengan mengorbankan alternatif investasi lainnya seperti emas.

Di sisi lain, ketegangan yang sedang berlangsung antara AS dan China dan langkah potensial Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif impor pada Jepang dan Eropa, masih menjadi beban sentimen risiko.

Sekretaris Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan pada hari Selasa bahwa KTT G20 pada akhir bulan ini akan membantu mendorong pembicaraan perdagangan AS-China ke depan tetapi tidak ada kesepakatan akhir yang diharapkan bakal tercapai di pertemuan tersebut.

Trump pada hari Senin mengatakan dia siap untuk mengenakan putaran baru tarif impor China jika dia tidak dapat membuat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Dia menambahkan pada hari Selasa bahwa Beijing perlu membalikkan keputusannya untuk menolak beberapa langkah perdagangan yang sebelumnya dinegosiasikan.

Trump juga menuduh Eropa mendevaluasi mata uang tunggal zona euro dalam serangkaian cuitannya di Twitter yang juga menargetkan kebijakan moneter AS dengan serangan baru terhadap bank sentral AS.

Para investor khawatir bahwa perang perdagangan merusak pertumbuhan global dan meningkatkan potensi bank sentral AS perlu menurunkan suku bunga acuannya untuk merangsang pertumbuhan.

Jadi sementara ini dapat ditarik kesimpulan pasar keuangan secara umum masih terombang-ambil oleh berita di seputar perang dagang. Pasar pun terus memantau data regular sebagai indikator dampak perang itu terhadap ekonomi AS dan global.

Salah satunya adalah indeks harga produsen (PPI) AS semalam yang naik untuk bulan kedua berturut-turut di bulan Mei. Naiknya indeks tersebut dianggap tidak signifikan sehingga greenback tetap terdesak.

Sebab itu, indeks harga konsumen (CPI) AS malam nanti bakal dipantau ketat oleh bank sentral AS dan para pelaku pasar. CPI AS diperkirakan turun dari 0,3% menjadi 0,1% sementara Core CPI diperkirakan naik tipis dari 0,1% menjadi 0,2%.

Jika perkiraan para ekonom itu terbukti, dolar AS masih rentan untuk terpukul, harga emas dan mata uang safe havens lain dapat meningkat, namun tetap dalam rentang yang terbatas.