ForexSignal88.com l Jakarta, 11/06/2019 – Hingga saat analisis ini disusun menjelang berakhirnya sesi Asia, dolar AS terlihat stabil terhadap mata uang utama lainnya, tetapi selera para investor terhadap aset berisiko (risk appetite) masih tertahan setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui ancaman perang tarifnya terhadap China.

Pasar keuangan selama setahun terakhir dicekam oleh kekhawatiran terhadap peningkatan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia, memicu kekhawatiran atas prospek pertumbuhan global.

Selera terhadap risiko tampak tidak berubah karena para investor menunggu konfirmasi atas pertemuan antara Trump dan presiden China pada KTT G20 menjelang akhir bulan ini.

Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia siap untuk memaksakan putaran tarif lain pada impor dari Tiongkok jika ia tidak mencapai kesepakatan perdagangan dengan Presiden Xi Jinping pada pertemuan yang digelar pada 28-29 Juni di Osaka.

Sejak dua hari perundingan untuk menyelesaikan sengketa perdagangan AS-China bulan lalu di Washington berakhir dengan jalan buntu, presiden AS berulang kali mengatakan ia berharap dapat bertemu Xi pada pertemuan G20. China belum mengkonfirmasi pertemuan semacam itu.

Pertemuan itu mungkin tidak bakal terjadi jika pihak China berpikir tidak ada gunanya mengadakan pertemuan jika pandangan masing-masing sudah jauh berbeda sejak awal. Trump telah memberikan tekanan dengan menekankan pasti akan ada pertemuan, tetapi tidak jelas apa yang akan dilakukan pihak Tiongkok.

Selain menunggu kabar terkait AS-China tersebut, hari ini pasar forex juga menunggu setidaknya dua data penting yaitu data upah dari Inggris dan inflasi produsen AS yang bakal dikaitkan dengan prospek jalur masa depan suku bunga AS.

Setelah sederet data belakangan ini memperlihatkan adanya dampak negatif perang dagang terhadap ekonomi AS, para pelaku pasar semakin meyakini bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas tingkat suku bunga acuannya pada akhir tahun ini.