ForexSignal88.com l Jakarta, 03/12/2019 – Dolar AS jatuh ke posisi terendah dua minggu pada hari Senin setelah data menunjukkan sektor manufaktur AS mengalami kontraksi untuk empat bulan berturut-turut pada bulan November dan pengeluaran konstruksi turun secara tak terduga, memicu kekhawatiran ekonomi terbesar dunia itu akan masuk ke dalam resesi.

Greenback juga turun dari titik tertinggi enam bulan terhadap yen dan merosot ke palung dua minggu terhadap euro setelah laporan manufaktur AS.

Indeks Institute for Supply Management (ISM) dari aktivitas pabrik nasional turun menjadi 48,1 pada November dari 48,3 pada Oktober, turun untuk bulan keempat. Angka itu di bawah ekspektasi 49,2 dari jajak pendapat Reuters dari 57 ekonom.

Sebuah laporan terpisah pada hari Senin menunjukkan pengeluaran konstruksi AS pada Oktober turun juga, turun 0,8% karena investasi pada proyek-proyek swasta jatuh ke level terendah dalam tiga tahun.

Dari performa dolar AS terkini, terlihat potensi penurunan suku bunga lagi oleh Federal Reserve di tahun depan.

The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali tahun ini dan pada pertemuan kebijakan moneter terakhirnya, itu mengisyaratkan akan bergantung pada data ke depan.

Sebelumnya di sesi Senin, greenback menguat terhadap yen setelah rebound tak terduga dalam aktivitas manufaktur Cina mengangkat harapan prospek cerah untuk pertumbuhan dunia.

Sebelum data manufaktur AS Senin, greenback berada dalam tren naik terhadap yen selama beberapa minggu terakhir, naik dalam tujuh dari sembilan sesi.

Data terbaru dari Tiongkok, ekonomi terbesar kedua di dunia, mengatur nada untuk pasar mata uang. Aktivitas pabrik Cina berkembang pada laju tercepat dalam hampir tiga tahun pada November, sebuah survei bisnis swasta menunjukkan pada hari Senin, menyusul data resmi optimis selama akhir pekan.

Survei tersebut juga menunjukkan total pesanan baru dan produksi pabrik pada tingkat yang tinggi.