ForexSignal88.com l Jakarta, 12/02/2018 – Investor di pasar saham juga sering memandang apa yang terjadi di pasar saham adalah mencerminkan ekonomi suatu negara. Setidaknya itu yang ditanamkan pada para mahasiswa.

Laporan ekonomi, berupa data – data ekonomi, membahas perkembangan ekonomi real yang telah terjadi. Perkembangan ini sering diakibatkan oleh perubahan psikologis. Pasar saham dapat memicu perubahan ini dengan memberikan peringatan dini kepada bisnis tentang kebutuhan untuk melakukan ekspansi atau perampingan. Pasar saham yang jatuh dapat mengganggu belanja konsumen dan menyebabkan pertumbuhan ekonomi melambat.

Lebih penting lagi, aktivitas pasar saham dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve dan perluasan produk domestik bruto (PDB) AS sejak tahun 2009 menunjukkan bagaimana kebijakan moneter Fed dapat mempengaruhi perekonomian.

Federal Reserve menerbitkan notulen atau risalah dari rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Risalah biasanya menampilkan bagian berjudul " Tinjauan Staf Situasi Keuangan," yang memberikan petunjuk reaksi dari anggota dewan terhadap perkembangan di pasar keuangan, termasuk pasar saham. Bagian ini juga mengungkapkan bagaimana perkembangan tersebut membentuk kebijakan moneter the Fed. Misalnya, risalah rapat FOMC bulan April tahun 2016 mengungkapkan bahwa:

"Selama periode intermeeting, indeks harga saham AS secara umum bergerak naik, mungkin karena investor memandang kebijakan moneter dari bank sentral akan lebih akomodatif daripada perkiraan sebelumnya seiring dengan membaiknya sentimen risiko. Harga saham meningkat secara luas di seluruh industri, termasuk sektor – sektor energi."

Hal ini menunjukkan bahwa respons pasar saham bullish terhadap kebijakan moneter akomodatif oleh the Fed justru dapat menyebabkan FOMC merasa lebih nyaman dalam menaikkan suku bunga. Namun, sebagian besar investor memahami bahwa saham tidak berjalan dengan baik selama periode kebijakan moneter yang ketat. Akibatnya, kenaikan indeks saham atau ekuitas dapat memicu pengetatan moneter oleh the Fed, yang pada akhirnya mengakibatkan kemunduran pasar saham. Ironisnya, dalam keadaan seperti itu, pasar saham akan membawa dirinya turun dengan terus maju.

Sumber Gambar: businessinsider.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya