ForexSignal88.com l Jakarta, 29/01/2018 – Ketika seseorang ingin mengajukan hipotek, maka dia harus menyediakan suatu aset yang bisa menjadi objek hipotek. Baik properti yang sudah dimiliki atau properti yang baru ingin dibelinya.

Sejak terjadinya pembebanan hipotek, maka sejak saat itulah timbul akibat bagi kedua belah pihak. Akibat hukum itu, timbul hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Hak pemberi hipotek:

  • Tetap menguasai bendanya
  • Mempergunakan bendanya
  • Melakukan tindakan penguasaan, asalkan tidak merugikan pemegang hipotek
  • Berhak menerima uang pinjaman

Kewajiban pemberi hipotek:

  • Membayar pokok beserta bunga pinjaman uang dari jaminan hipotek
  • Membayar denda atas keterlambatan melakukan pembayaran pokok pinjaman dan bunga

Hapusnya Hipotek

Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata ada 3 (tiga) cara berakhirnya hipotek, yaitu:

  1. Dengan berakhirnya perikatan pokok, jadi apabila utang yang dijamin dengan hak hipotek itu lenyap; bisa karena utang itu dilunasi, bisa juga karena perikatan pokoknya lenyap yang disebabkan oleh daluarsa yang membebaskan seorang dari suatu kewajiban (daluarsa ekstraktif).
  2. Karena pelepasan hipoteknya oleh si berpiutang, jadi apabila kreditur yang bersangkutan melepaskan dengan sukarela hak hipoteknya; pelepasan dengan sukarela ini tidak ditentukan bentuk hukumnya, tetapi tentu harus secara jelas dan tegas. Tidaklah cukup dengan memberitahukan maksud hendak melepaskan hak hipotek oleh pemegang hipotek kepada sembarang orang misalnya kepada pihak ketiga. Biasanya pelepasan ini dilakukan dengan pemberitahuan kepada pemilik dari benda yang terikat dengan hak hipotek itu.
  3. Karena penetapan tingkat oleh hakim; jadi apabila dengan perantaraan oleh hakim diadakan pembagian uang pendapatan lelang dari benda yang dihipotekkan itu kepada para kreditur; kreditur yang tidak kebagian pelunasan piutangnya kehilangan hak hipoteknya oleh karena pembersihan.

Adapun hapusnya hipotek diluar ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yaitu:

  1. Dengan musnahnya benda yang dihipotekkan itu, misalnya dengan lenyapnya tanah yang merupakan objek hak hipotek itu oleh karena tenggelam atau tanah longsor.
  2. Dari berbagai peraturan tersebut diatas dapat juga disimpulkan cara-cara penghapusan hak hipotek seperti misalnya dalam pasal 1169 KUH Perdata: kalau pemilik benda bergerak yang dihipotekkan itu hanya mempunyai hak bersyarat atas benda tersebut dan hak bersyarat itu terhenti.
  3. Dengan berakhirnya jangka waktu hak hipotek tersebut diberikan, maka hapuslah hak hipotek tersebut.

Sumber Gambar: daytodayfinance.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya