Kapitalisme dan sosialisme adalah sistem ekonomi yang digunakan negara untuk mengelola sumber daya ekonomi mereka dan mengatur alat-alat produksi. Salah satu negara yang menganut sistem kapitalis adalah Amerika Serikat. Sedangkan negara penganut sistem sosialis adalah negara-negara komunis, seperti China, Korea Utara, dan Kuba. Sementara negara-negara Eropa Barat menyukai ekonomi kapitalis dan mencoba memetakan jalur tengah. Tapi, meski keduanya (kapitalis dan sosialis) berseberangan, kedua sistem memiliki pro dan kontra.

Kapitalisme dan Penguasa Tak Terlihat

Dalam ekonomi kapitalis, pemerintah memainkan peran minimal dalam menentukan apa yang akan dihasilkan, berapa banyak untuk diproduksi, dan kapan harus memproduksinya, membiarkan biaya barang dan jasa dipengaruhi oleh kekuatan pasar. Ketika pengusaha melihat peluang di pasar, mereka buru-buru mengisi peluang tersebut.

Seorang ekonom, Adam Smith, dalam karya manuskripnya, "Permintaan terhadap Alam dan Penyebab Kekayaan Bangsa-Bangsa", menggambarkan cara orang termotivasi untuk bertindak demi kepentingan pribadi mereka sendiri. Kecenderungan ini menjadi dasar kapitalisme, dengan penguasa yang tak terlihat berfungsi sebagai penyeimbang antara kecenderungan bersaing. Karena pasar mendistribusikan faktor produksi (tanah, tenaga kerja, modal dan kewirausahaan) sesuai dengan penawaran dan permintaan, pemerintah dapat membatasi diri untuk memberlakukan dan menerapkan peraturan yang fair play.

Sosialisme dan Perencanaan Terpusat

Dalam ekonomi sosialis, keputusan ekonomi penting tidak diserahkan ke pasar, atau diputuskan oleh individu yang mementingkan diri sendiri. Sebaliknya, pemerintah - yang memiliki atau mengendalikan sebagian besar sumber daya ekonomi - memutuskan apa, warna dan ukuran produksi. Pendekatan ini juga disebut "perencanaan terpusat."

Sosialisme dipengaruhi oleh teori Frederick Engels dan Karl Marx, dan oleh risalah mereka tahun 1848, "Manifesto Komunis." Tetapi sosialisme lebih permisif daripada komunisme murni, yang tidak memperbolehkan untuk kepemilikan pribadi.

Kapitalisme Memberikan Insentif Lebih Banyak

Dalam ekonomi kapitalis, orang memiliki dorongan kuat untuk bekerja keras, meningkatkan efisiensi dan menghasilkan produk unggulan. Dengan menghargai kecerdikan dan inovasi, pasar memaksimalkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran individu sambil memberikan berbagai barang untuk konsumen. Dengan mendorong produksi barang-barang yang diinginkan dan mengecilkan hati produksi barang-barang yang tidak diinginkan atau tidak perlu, pasar mengatur sendiri, menyisakan sedikit ruang untuk campur tangan pemerintah dan kesalahan manajemen.

Sumber Gambar: differencebtw.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya