ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Salah satu kejadian fenomenal di tahun 2017, tidak akan terlupakan adalah lonjakan harga mata uang crypto Bitcoin yang terus mencetak level tertinggi hingga artikel ini ditulis, jelang akhir tahun 2017.

Harga bitcoin meroket pada 2017 dari kisaran $997 di awal Januari 2017 hingga saat ini di level $19,358 (17 Desember 2017) dan pernah mencapai level rekor tertinggi di $19,521. Terlepas dari kontroversinya, Bitcoin berhasil menarik perhatian regulator atau otoritas pemerintah. Hasil puncaknya adalah diluncurkannya kontrak futures Bitcoin oleh CBOE, yang akan diikuti oleh CME dan dikabarkan juga akan diikuti Nasdaq sebagai bursa berbasis teknologi.

Sebagian besar dari bank sentral di seluruh dunia memberikan pandangannya mengenai Bitcoin. Bisa ditebak bahwa sebagian besar bank sentral mengatakan Bitcoin bukanlah mata uang. Komentar lainnya adalah spekulatif tinggi, beresiko tinggi, bukan aset, ilegal dan masih banyak lagi. Intinya, otoritas pemerintah maupun bank sentral belum bisa menerima legalitas dari Bitcoin ini.

Namun kehadiran kontrak futures Bitcoin di tiga bursa utama memberikan angin segar pada para pelaku atau peminat Bitcoin. Adanya kontrak futures ini yang merupakan derivative dari Bitcoin akan meningkatkan transparansi pasar dan dorongan likuiditas. Namun Anda harus memahami, transaksi Bitcoin atau memiliki Bitcoin sangat – sangat berbeda transaksi kontrak futures Bitcoin.

Dalam kasus CME dan CBOE Bitcoin Futures, kontraknya adalah diselesaikan dengan uang cash. Lalu artinya ini pada hari terakhir kontrak, pembeli membayar selisih antara nilai kontrak berjangka dan harga penyelesaian jika harga penyelesaian lebih tinggi dari nilai kontrak futures. Jika nilai kontrak futures lebih besar dari harga penyelesaian, maka penjual dibayar selisihnya. Dalam dolar, bukan Bitcoin. Margin yang dibutuhkan untuk trading Bitcoin Futures lebih besar dari kontrak futures lainnya. CME menerapkan 43 – 47 persen margin, sedangkan CBOE menerapkan 44 persen margin.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) telah menerbitkan sebuah interpretasi yang diusulkan tentang bagaimana lembaga ini menganggap bahwa sebuah mata uang crypto telah "dikirimkan" atau diselesaikan dari pembeli ke penjual.

Lembaga tersebut - yang lebih dari dua tahun yang lalu mengumumkan bahwa mereka akan mengatur bitcoin sebagai komoditas - memberikan dua aturan tentang bagaimana sebuah crypto akan dianggap telah "disampaikan" atau diselesaikan kontraknya dalam konteks peraturan. Intinya yang pertama adalah kontrak berlaku 28 hari dan para pelaku pasar tidak memiliki minat atau niat untuk menguasai komoditas yang dibeli.

Bukan tidak mungkin, beberapa bursa futures akan mengikuti langkah CBOE dan CME untuk menambah kemeriahan Bitcoin Futures di 2018.

Sumber: Bloomberg, Coindesk, Forexsignal88

Sumber Gambar: bitnewz.net

Share This

Artikel Terkait Lainnya