Mata uang virtual bukanlah hal baru - game fantasi online telah lama menggunakannya - namun pengembangan mata uang digital yang aman tanpa penerbit sentral benar-benar membuat kita berpaling kepadanya. Lonjakan dan jatuhnya harga bitcoin secara misterius sejak kemunculannya, ikut berperan dalam membangun reputasi awal sebagai mata uang yang digunakan sebagai alat untuk menjual obat-obatan terlarang dan pencucian uang.

Sejarahnya juga menampilkan penangkapan bagi skema Ponzi. Seseorang atau orang - orang yang menciptakan sistem bitcoin dengan nama samaran Satoshi Nakamoto memecahkan masalah penting bagi mata uang manapun - mencegah pemalsuan - dan melakukannya tanpa bergantung pada otoritas pemerintah. Perangkat lunak ini juga memecahkan satu rintangan khusus untuk uang digital - bagaimana menghentikan pengguna menghabiskan unit mata uang yang sama dua kali.

Gagasan terobosannya adalah blockchain, buku besar (ledger) online anonim, yang dapat dilihat publik, yang mencatat setiap transaksi bitcoin. Ini dikelola oleh jaringan "penambang" (miner) bitcoin yang komputernya akan melakukan perhitungan untuk memvalidasi setiap transaksi, mencegah pembelanjaan dua kali lipat. Para penambang mendapatkan hadiah dari bitcoin yang baru diterbitkan. Laju penciptaan terbatas, dan tidak lebih dari 21 juta akan dikeluarkan.

Karena bitcoin pertama kali “meledak”, tidak pernah kekurangan kritikan dengan menyebut kenaikannya merupakan gelembung dan argumen mengenai mata uang tersebut tidak memiliki nilai intrinsik. Pada bulan September, kritikus Jamie Dimon yang juga CEO dari JPMorgan Chase & Co. menyebut bitcoin sebagai "kecurangan." Tapi sebulan kemudian, CFO-nya mengikuti saingannya di Goldman Sachs Group Inc. dan Citigroup Inc. dalam mengungkapkan keterbukaan untuk bekerja dengan mata uang crypto.

Para pengusaha di lapangan mengatakan bahwa berfokus pada harga bitcoin tidak ada manfaatnya. Nilai sebenarnya adalah bukti konsep untuk jenis sistem pembayaran baru yang tidak bergantung pada pihak ketiga seperti pemerintah, bank besar atau perusahaan kartu kredit. Yang lain mengatakan pendukung blockchain menghargai apa yang sebenarnya tidak lebih dari jenis database baru. Pendukung ether, mata uang digital kedua yang paling umum digunakan, merespons bahwa blockchain etherium berbuat jauh melebihi daripada membiarkan pengguna bitcoin mengirim nilai dari satu orang ke orang lain. Para pendukungnya berpikir bahwa ini bisa menjadi mesin yang dapat diakses secara universal untuk menjalankan bisnis, karena teknologinya memungkinkan orang melakukan tindakan yang lebih kompleks dengan cara yang sama dan terdesentralisasi.

Sumber: Bloomberg

Sumber Gambar: graphicsbuzz.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya