ForexSignal88.com l Jakarta, 18/12/2017 – Ketika bitcoin menggugah kesadaran publik pada tahun 2013, tidak ada yang lebih seksi, bahwa mata uang digital digunakan untuk membeli segala sesuatu mulai dari obat-obatan sampai cupcakes. Kemudian euphoria tersebut bergeser ke sisi bitcoin yang sedikit kurang seksi yaitu sebagai buku besar (ledger) online publik. Blockchain, teknologi yang digunakan untuk memverifikasi dan mencatat transaksi yang berada di jantung bitcoin dipandang berpotensi untuk membentuk kembali sistem keuangan global dan mungkin industri lainnya. Keduanya, bitcoin dan blockchain-nya mendapatkan peniru dan juga pengikutnya, bersama dengan banyak kritikus, chief executive officer JPMorgan Chase & Co. Lonjakan harga tahun ini telah memberikan faktor positif kepada keduanya.

Harga bitcoin meroket pada 2017 karena perdebatan tersebut memuncak mengenai apakah mata uang crypto yang nilainya mendekati $ 300 miliar di awal Desember, harus dianggap sebagai aset finansial yang sah.

Ini mendapat dorongan besar saat Cboe Global Markets Inc., memulai perdagangan berjangka yang terkait dengan mata uang digital. CME Group Inc. dan Nasdaq Inc., mengatakan bahwa mereka akan mengikutinya. Perdagangan berjangka akan mendorong bitcoin lebih dekat ke arus utama dengan membuatnya lebih mudah diperdagangkan tanpa kerepotan memiliki bitcoin secara langsung.

Bitcoin mulai terlihat seperti aset tradisional dibandingkan dengan mata uang kripto yang baru dimana pertumbuhan eksplosifnya telah menarik peringatan dari regulator di seluruh dunia. Lebih dari $ 3,5 miliar peningkatan melalui penawaran koin awal (ICO) hingga pertengahan November.

Komunitas bitcoin berkumpul pada bulan November untuk menolak perubahan perangkat lunak yang diusulkan sehingga telah mengancam perpecahan.

Sementara itu, lebih dari 100 bank bekerja di dalam konsorsium R3, dibuat untuk menemukan cara menggunakan teknologi blockchain sebagai buku besar yang terdesentralisasi untuk melacak transfer uang dan transaksi lainnya.

Bursa Australia berencana untuk mulai menggunakan blockchain untuk memproses transaksi ekuitas. Blockchain juga sedang diuji oleh pengecer (penjual ritel) seperti Wal-Mart Stores Inc. untuk memastikan keamanan pangan, karena industri mengeksplorasi kelebihan teknologi yang mungkin melebihi database tradisional.

Sumber: Bloomberg

Sumber Gambar: diginomica.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya