ForexSignal88.com l Jakarta, 14/11/2017

Triangular Moving Average (TMA)

Triangular Moving Average atau TMA adalah penyempurnaan lain dari SMA yang mencoba untuk meningkatkan sensitivitas indikator terhadap aksi harga. TMA mencoba melakukan ini dengan menerapkan bentuk "smoothing ganda". Pertama SMA dihitung, maka untuk setiap harga bar berikutnya SMA dari SMA dihitung. Proses ini memberi bobot lebih pada bagian tengah interval data. Rumus yang digunakan adalah:

TMAn = (SMA -1 + SMA -2 + ... + SMA -n) / n   ; dimana n adalah periode TMA seperti yang ditentukan oleh trader.

Variabel Moving Average (VMA)

Variabel Moving Avergae atau VMA adalah adaptasi dari EMA yang dikembangkan oleh Tushar Chande pada tahun 1992. Ini menggunakan volatilitas harga, seperti yang ditunjukkan oleh Chande Momentum Oscillator (CMO), untuk menyesuaikan konstanta pemulusan dari rangkaian data.

Jika terjadi volatilitas lebih tinggi, konstanta pemulusan lebih tinggi, yang memberikan data lebih tinggi. Sebaliknya, bila volatilitas lebih rendah, konstanta pemulusan lebih rendah, yang memberikan data saat ini kurang bobot. Hal ini membuat VMA lebih sensitif selama periode volatilitas dan kurang sensitif selama periode volatilitas rendah, yang memungkinkan MA untuk lebih dapat diandalkan di pasar volatilitas tinggi dan rendah.

Volume Adjusted Moving Average (VAMA)

Volume Adjusted Moving Average atau VAMA dikembangkan oleh Richard W. Arms Jr. Ini memberi bobot pada data berdasarkan volume periode itu. Dengan demikian, periode dengan volume paling banyak akan memiliki bobot terbesar dalam menentukan MA, sedangkan periode dengan volume terendah akan memiliki bobot paling rendah.

VAMA dihitung dengan terlebih dahulu menugaskan pembobotan ke setiap periode dengan menggunakan rumus:

Bobot = (harga x volume) / volume ; Kemudian menghitung SMA diterapkan pada hasil untuk setiap periode yang dianalisis.

Ketiga jenis MA di atas memang jarang didengar dan tidak populer. Namun, metode pembobotan sepertinya menjadi alat modifikasi agar MA menjadi lebih sensitif terhadap harga.

Membaca MA memiliki banyak cara. Seperti kemiringan (slope) Moving Average (MA) mendefinisikan arah tren. MA yang lebih curam mengindikasikan bahwa ada momentum besar yang melatarbelakangi tren dan itu disebut kekuatan tren. Ketika MA mulai merata, hal itu mengindikasikan penurunan momentum. Ini adalah peringatan pertama kemungkinan pembalikan arah tren.

Sumber Gambar: onlinetradingconcepts.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya