ForexSignal88.com l Jakarta, 01/11/2017 – Seringkali dalam sebuah bisnis / perusahaan digunakan terminologi likuiditas dan aset likuid. Lalu bagaimana hubungan antara likuiditas dan aset likuid?

Aset likuid sebuah perusahaan dapat dengan mudah dikonversi menjadi uang tunai untuk memenuhi kewajiban keuangan dalam waktu singkat. Likuiditas adalah kemampuan bisnis untuk membayar hutangnya dengan menggunakan aset lancarnya.

Jenis aset likuid yang paling umum untuk semua bisnis, mulai dari bank hingga produsen elektronik, adalah dana dalam rekening giro dan tabungan serta surat berharga, seperti saham dan obligasi.

Sekuritas yang sangat likuid bisa dibeli dan dijual dengan cepat dan mudah tanpa mempengaruhi harganya. Menjual investasi saham semudah menempatkan order beli, yang hampir seketika memicu penjualan saham pada harga pasar saat ini.

Likuiditas bank ditentukan oleh kemampuannya untuk memenuhi semua biaya yang diantisipasi. Seperti, pinjaman dana atau melakukan pembayaran hutang, hanya menggunakan aset likuid.

Idealnya, bank harus menjaga tingkat likuiditas yang juga memungkinkannya untuk memenuhi biaya tak terduga tanpa harus melikuidasi aset lainnya. Semakin besar cadangan aset likuid relatif terhadap kewajiban yang diantisipasi, semakin besar likuiditas bank.

Aset tidak likuid tidak dapat dengan cepat diubah menjadi uang tunai, termasuk investasi properti dan peralatan yang memberikan nilai jangka panjang bagi bisnis. Menggunakan aset tidak likuid untuk memenuhi kewajiban finansial tidaklah ideal.

Menjual properti untuk memenuhi kewajiban keuangan, misalnya, tidak efisien dan berpotensi menjadi berbiaya mahal. Jika dana dibutuhkan dengan cepat, perusahaan mungkin harus menjual properti tersebut dengan harga diskon untuk memperlancar likuidasi.

Selain itu, melikuidasi jenis aset untuk membayar hutang dapat memiliki dampak yang merugikan pada kemampuan bisnis untuk beroperasi dan menghasilkan keuntungan di perjalanannya usahanya.

Selama krisis keuangan tahun 2008 di Amerika Serikat, menjadi jelas bahwa bank tidak memelihara aset likuid yang dibutuhkan untuk memenuhi kewajibannya.

Tanpa persediaan aset likuid yang memadai untuk membawa mereka menjalani masa-masa sulit, banyak bank dengan cepat menjadi bangkrut.

Pada akhirnya, industri perbankan berada dalam kondisi yang sangat buruk sehingga pemerintah harus segera mengambil langkah antisipatif untuk mencegah keruntuhan ekonomi total.

Sumber Gambar: gtalumni.org

Share This

Artikel Terkait Lainnya