ForexSignal88.com l Jakarta, 30/10/2017 – Melanjutkan artikel sebelumnya mengenai Bursa Berjangka, dengan bantuan teknologi, emas bisa diperjualbelikan sebagai komoditas di perdagangan berjangka (future trading/margin trading). Artinya Anda tidak perlu memegang fisik dari emas yang Anda beli, tetapi hanya memilki bukti administrasi atas kepemilikannya. Hebatnya lagi dengan Berinvestasi dalam bursa berjangka, Anda tak harus menyiapkan dana besar atau modal besar.

Berinvestasi emas di Bursa Berjangka terkesan agak berbeda, karena Anda dapat menjual terlebih dahulu saat harga mahal dan membelinya saat harga murah (sell high, buy low). Ini merupakan salah satu manfaat perdagangan berjangka. Transaksi di Bursa Berjangka merupakan transaksi perdagangan yang bertujuan mengurangi risiko dan sekaligus mencari keuntungan dari selisih jual-beli (gain capital) sebagai akibat perubahan harga komoditas yang diperdagangkan, dalam hal ini adalah emas.

Pada posisi jual (short), seorang pelaku akan mengambil posisi jual terhadap komoditas untuk melindungi risiko penurunan harga pada masa mendatang. Jika Anda memperkirakan bahwa harga komoditas akan menurun, sehingga Anda menjualnya saat ini dengan harga yang mahal (masih tinggi) dan nantinya bisa membeli kembali ketika harga komoditas sudah lebih murah (harga rendah). Sementara itu, posisi beli (long), Anda memasang posisi beli pada suatu komoditas. Pertimbangannya, harga komoditas tersebut pada masa mendatang diperkirakan akan naik. Jadi, beli pada saat murah dan nanti bisa menjualnya kembali pada harga yang lebih mahal.

Untuk dapat bertransaksi emas di bursa berjangka, Anda harus memiliki akun di salah satu pialang yang diijinkan oleh Bappebti (sebagai lembaga yang mengatur perdagangan berjangka). Anda bisa saja menutup posisi Anda walau belum jatuh tempo, caranya dengan mengambil posisi sebaliknya dari posisi awal Anda pada kontrak yang sama.

Sebelum Anda melakukan transaksi/ perdagangan emas di bursa berjangka, tentunya Anda harus mempertimbangkan beberapa hal, misalkan terkait dengan masalah fundamental komoditi yang Anda ingin perdagangkan dalam hal ini adalah Emas. Pertama, aspek fundamental terkait dengan emas tersebut, apakah permintaannya semakin bertambah atau malah berkurang? Kedua adalah berkaitan dengan aspek teknikal. Dalam hal ini, alat utamanya adalah menggunakan grafik perkembangan harga Emas dalam kurun waktu tertentu.

Yang paling penting dari Berinvestasi adalah Anda harus memahami karakteristik investasi tersebut.

Risiko Investasi Emas

Meski terbilang sebagai investasi yang aman, investasi emas apapun bentuknya masih menyisakan peluang risiko, sesuai dengan konsep high risk high gain.

Risiko itu ada terkait dengan pasar. Ketika terjadi resesi dunia yang semakin parah yaitu ke arah depresi global, maka reaksi awal dari pergerakan harga emas pasti akan terjadi penurunan, namun seiring berjalannya waktu akan bisa naik kembali.

Sumber Gambar: tambang.co.id

Share This

Artikel Terkait Lainnya