Jakarta Islamic Index (JII)

ForexSignal88.com l Jakarta, 13/10/2017 – Dalam rangka mengembangkan pasar modal syariah, PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) bersama dengan PT. Danareksa Investment Management (DIM) meluncurkan indeks saham yang dibuat berdasarkan syariah Islam, yaitu Jakarta Islamic Index (JII). Jakarta Islamic Index terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang sesuai dengan syariah Islam. Jakarta Islamic Index dimaksudkan untuk digunakan sebagai tolok ukur (benchmark) untuk mengukur kinerja suatu investasi pada saham dengan basis syariah. Melalui indeks diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan investasi dalam ekuiti secara syariah. Penentuan kriteria pemilihan saham dalam Jakarta Islamic Index melibatkan pihak Dewan Pengawas Syariah PT. Danareksa Invesment Management.

Saham saham yang termasuk dalam JII ini harus memenuhi kriteria sebagai berikut :

  1. Emiten tidak menjalankan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
  2. Bukan lembaga keuangan konvensional yang menerapkan sistem riba termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
  3. Usaha yang dilakukan bukan memproduksi, mendistribusikan dan memperdagangkan makanan/ minuman yang haram.
  4. Tidak menjalankan usaha memproduksi, mendistribusikan dan menyediakan barang/ jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat.

Pengkajian ulang akan dilakukan enam bulan sekali dengan penentuan komponen indeks pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha emiten akan dimonitoring secara terus menerus berdasarkan data-data publik yang tersedia.

Perhitungan JII dilakukan oleh Bursa Efek Jakarta dengan menggunakan metode perhitungan indeks yang telah ditetapkan Bursa Efek Jakarta, yaitu dengan bobot kapitalisasi pasar (market cap weighted). Perhitungan indeks ini juga mencakup penyesuaian-penyesuaian (adjustment) akibat berubahnya data emiten yang disebabkan oleh aksi korporasi.

Kompas 100

Indeks ini dibuat atas kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dan harian Kompas pada tanggal 10 Agustus 2007. Sesuai dengan namanya, indeks ini memuat 100 saham yang dianggap terbaik dengan kriteria kapitalisasi dan secara fundamental keuangan baik. Diperkirakan 100 saham tersebut mewakili kurang kebih 80 % dari seluruh kapitalisasi saham saham yang ada di bursa efek. Penamaan indeks dengan nama publikasi sudah terlebih dahulu kita kenal pada salah satu indeks saham terkenal di bursa London (Financial Times) dan Singapura (Straits Times).

Sumber Gambar: netralnews.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya