ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2017 – Setiap perusahaan dapat menawarkan sahamnya kepada publik. Namun semua itu harus melalui prosedur dan memenuhi syarat – syarat yang ditentukan oleh OJK (dahulu BAPEPAM-LK). Nah, aksi semacam ini disebut sebagai Penawaran Saham Perdana atau IPO (Initial Public Offering).

Perusahaan yang ingin melakukan IPO, biasanya sudah berdiri dan berjalan cukup lama dan berkembang. Perkembangan perusahaan ini terlihat dari karakteristik produksi atau jasa selalu bertambah sehingga modal perusahaan juga harus diperbesar untuk melakukan perluasan usaha (dari lokal menuju nasional atau bahkan bisa internasional). Jika suatu perusahaan sudah pada kondisi ini, maka perusahaan tersebut bisa memilih untuk melakukan Go Public atau berbagi kepemilikan saham dengan publik (umum) sehingga perusahaan tersebut mendapatkan suntikan modal dari masyarakat umum.

Langkah awal proses perusahaan Go Public adalah melakukan konsultasi ke perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai penjamin emisi untuk menjamin penawaran saham perdana perusahaan tersebut. Perusahaan sekuritas bersama-sama dengan emiten mempersiapkan dokumen, menetapkan harga saham untuk kemudian menjualnya ke publik.

Prospektus Perusahaan

Proses Go Public selanjutnya adalah menyiapkan prospektus perusahaan sebagai syarat dari OJK. Prospektus perusahaan adalah suatu dokumen resmi yang harus disiapkan untuk setiap investor yang tertarik terhadap perusahaan tersebut.

Isi prospektus berisi tentang analisa detail sejarah keuangan perusahaan, tentang produk atau jasa dan latar belakang serta pengalaman manajemen perusahaan. Prospektus juga menyebutkan berbagai macam resiko yang akan mungkin dihadapi perusahaan. Prospektus penawaran perdana saham itu dipublikasikan melalui iklan prospektus singkat. Iklan tersebut menginformasikan hal-hal yang layak diketahui oleh calon-calon investor. Penjamin emisi kadang juga mengatur pertemuan antara manajemen perusahaan dengan investor potensial besar, seperti para manajer untuk dana pensiun, manajer investasi reksadana atau unit link.

Masa IPO

Setelah melalui masa IPO atau penawaran saham perdana, penjatahan, dilanjutkan dengan pengembalian uang pemesanan bagi pembeli yang tidak kebagian saham, kemudian penyerahan kolektif saham maka sekitar satu bulan kemudian saham tersebut dicatatkan (listing) di bursa efek.

Sejak hari pertama pencatatan di BEI itu, saham sudah resmi diperdagangkan di pasar sekunder. Nah, di sini pergerakan harga saham ditentukan oleh pasar.

Perusahaan yang melakukan IPO karena kebutuhan perluasan usaha dan bisnisnya, biasanya harga saham akan melonjak naik jauh dari harga saat IPO.

Sumber Gambar: bisnis.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya