ForexSignal88.com l Jakarta, 29/09/2017 – Melakukan pembelian obligasi sepertinya tidak atau kurang terjangkau oleh masyarakat menengah. Dahulu, Berinvestasi Obligasi ini hanya diperuntukkan bagi orang – orang berduit. Ya, tapi itu dulu. Saat ini, nilai investasi untuk dapat membeli ORI bisa dijangkau banyak kalangan masyarakat termasuk yang berada di tingkat menengah. Lalu, berapa nilai yang pantas Berinvestasi ORI? Tentu saja ini diukur dengan melalui azas manfaat atau besaran keuntungannya. Jika Anda hanya memiliki Rp 5 juta, maka Anda sudah dapat membeli ORI dalam jumlah minimal (5 unit dengan harga satu unitnya Rp 1 juta).

Nah, jika bunga ORI yang Anda beli 10 persen, maka bunga per unitnya Rp 8.330. Sehingga jika investasi Anda Rp 5 juta (5 unit), maka keuntungan per bulannya sekitar 5x Rp 8.330 = Rp 41.650. Apakah nilai Rp 41.650 memberikan manfaat kepada Anda? Atau dengan kata lain nilai Rp 41.650 bisa Anda rasakan manfaatnya? Jika jawaban Anda TIDAK atau KURANG, maka Anda harus membeli ORI lebih dari 5 Juta (5 unit).

Jika Anda memiliki uang lebih dan ingin mendapatkan bunga yang lumayan setiap bulannya, maka Anda harus cari pengali atau multiplikasi yang tepat dari Rp 41.650. Semisal, Rp 416.500 atau 10 kalinya (dari 5 Juta) yaitu Rp 50 Juta. Itupun bagi sebagian orang masih kurang (masih kurang untuk nyicil motor).

Pemegang ORI tidaklah perlu panik ketika terjadi gejolak ekonomi dan tetap memegang ORI sampai jatuh tempo. Karena semua pemegang ORI akan tetap mendapatkan bunga atau dikenal dengan istilah kupon setiap bulannya sampai jatuh tempo dan tetap akan mendapatkan pengembalian modal 100 persen. Namun jika terpaksanya Anda harus menjual ORI yang Anda miliki maka sebaiknya dilakukan saat harga berada di atas harga saat pembelian. Informasi harga ini bisa dipantau terus melalui platform elektronik dan internet.

Untuk dapat membeli ORI di pasar perdana, Anda bisa mendatangi kantor-kantor cabang dari 18 agen yang ditunjuk yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Permata, Bukopin, Niaga, Citibank, NISP, Danamon, BII, Lippo, Panin, HSBC, dan Mega. Juga dapat membelinya di cabang-cabang perusahaan sekuritas.

Sumber Gambar: kemenkeu.go.id

Share This

Artikel Terkait Lainnya