ForexSignal88.com l Jakarta, 14/09/2017 – Merencanakan investasi tentu saja harus melewati pertimbangan seberapa besar hasil yang akan didapatkan dan besaran risiko yang mungkin harus dihadapi. Berinvestasi di deposito menjadi populer dan pilihan bagi banyak investor. Di samping risiko yang tidak besar (termasuk tidak ada risiko), deposito bisa menawarkan hasil yang lumayan.

Berikut contoh hasil investasi deposito dengan atau tanpa pajak:

Cara Menghitung Bunga Deposito Tanpa Pajak

Anda mendepositokan uang di bank XYZ sebesar Rp. 7.000.000 dengan jangka waktu 3 bulan. Bank XYZ memberikan bunga sebesar 7% per tahun. Maka bunga deposito yang akan Anda dapatkan adalah sebesar:

= 7.000.000 x 7% x 3 / 12

= 490.000 x 3 / 12

= 1.470.000 / 12

= 122.500

Jadi, total uang yang diterima adalah sebesar = 7.000.000 + 122.500 = 7.122.500

Berdasarkan perhitungan dengan metode masa simpan bulanan yang terlihat diatas, bunga deposito yang Anda dapatkan adalah sebesar Rp. 122.500. jika dihitung dengan metode masa simpan harian, maka perhitungannya sebagai berikut:

= 7.000.000 x 7% x 91 / 365

= 490.000 x 91 / 365

= 44.590.000 / 365

= 122.164

Total uang yang diterima adalah sebesar = 7.122.164

Menghitung Bunga Deposito Dengan Pajak

Jika Anda mendepositokan uang sebesar Rp. 20.000.000 dengan jangka waktu 1 tahun dan bunga sebesar 6% per tahun. Maka bunga deposito yang Anda dapatkan adalah sebesar:

= 20.000.000 x 6% x 12 / 12 x 80%

= 1.200.000 x 12 / 12 x 80%

= 14.400.000 / 12 x 80%

= 1.200.000 x 80%

= 960.000

Atau

= 20.000.000 x 6% x 365 / 365 x 80%

= 1.200.000 x 365 / 365 x 80%

= 438.000.000 / 365 x 80%

= 1.200.000 x 80%

= 960.000

Dari kedua metode diatas, total uang yang Anda terima adalah sebesar = 20.960.000

Jika dari contoh di atas di asumsikan jangka waktu yang Anda ambil adalah 2 tahun, maka bunga deposito yang Anda dapat adalah sebesar:

= 20.000.000 x 6% x 24 / 12 x 80%

= 1.200.000 x 24 / 12 x 80%

= 28.800.000 / 12 x 80%

= 2.400.000 x 80%

= 1.920.000

Atau

= 20.000.000 x 6% x 730 / 365 x 80%

= 1.200.000 x 730 / 365 x 80%

= 876.000.000 / 365 x 80%

= 2.400.000 x 80%

= 1.920.000

Total uang yang diterima = 21.920.000

Contoh Menghitung Bunga Deposito Jika Terjadi Break Deposito

Break deposito berarti si pemilik deposito mencairkan depositonya sebelum jangka waktu berakhir, sehingga terkena pinalti berupa denda. Contoh perhitungannya sebagai berikut:

Pada tanggal 1 Maret 2016, Anda mendepositokan uang sebesar Rp. 20.000.000 yang jatuh tempo pada 1 Maret 2017 (berarti jangka waktu 1 tahun), bunga sebesar 6% per tahun. Pada tanggal 31 Agustus, Anda melakukan break deposito dengan penalty sebesar 2 % (Melakukan break deposito setelah 6 bulan). Maka bunga deposito yang Anda dapatkan adalah sebesar:

= 20.000.000 x 6% x 6 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)

= 1.200.000 x 6 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)

= 7.200.000 / 12 x 80% - (20.000.000 x 2%)

= 600.000 x 80% - (20.000.000 x 2%)

= 480.000 - (20.000.000 x 2%)

= 480.000 – 400.000

= 80.000

Total uang yang diterima sebesar = 20.080.000

Sumber Gambar: kontan.co.id

Share This

Artikel Terkait Lainnya