ForexSignal88.com l Jakarta, 13/09/2017 – Saat ini ada tiga jenis deposito yang dikenal di Indonesia yaitu deposito berjangka, sertifikat deposito, dan yang terakhir adalah deposito on call. Berikut ini ulasan lengkapnya:

Deposito Berjangka

Deposito ini merupakan deposito yang umum biasa dikenal oleh masyarakat Indonesia. Jenis deposito berjangka ini memiliki jangka waktu tertentu seperti pada definisi deposito di artikel sebelumnya. Lamanya jangka waktu sangat bervariasi, minimal 1 bulan hingga 12 bulan, terkadang ada juga jangka waktunya hingga 24 bulan tergantung pada setiap bank.

Deposito berjangka ini memiliki dua system yang sering dipakai, yaitu Deposito Automatic Roll Over dan Deposito Non Automatic Roll Over.

Deposito Automatic Roll Over adalah deposito yang akan diperpanjang secara otomatis oleh bank jika jangka waktunya telah habis namun belum dicairkan oleh deposannya. Sedangkan Deposito Non Automatic Roll Over adalah kebalikannya, yaitu tidak akan diperpanjang secara otomatis jika jangka waktunya telah habis.

Sertifikat Deposito

Jenis deposito ini sama halnya dengan depositi berjangka, yaitu memiliki jangka waktu tertentu. Namun yang membedakan dengan deposito berjangka adalah sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Selain itu, sertifikat deposito juga dapat dipindahtangankan sehingga sangat mungkin untuk diperjualbelikan, dan hal ini tidaklah dilarang.

Deposito On Call

Jenis deposito On Call adalah deposito yang dikhususkan untuk deposito dengan jumlah yang besar dan jumlah minimal setiap bank akan berbeda-beda. Minimal dana yang bisa didepositokan dengan jenis on call bisa 50 juta, 70 juta, atau bahkan 100 juta. Tidak seperti jenis deposito lainnya, deposito on call memiliki jangka waktu yang relative sangat singkat, minimal 7 hari dan maksimal hanya kurang dari 1 bulan. Namun istimewanya, dalam menentukan besaran jumlah bunganya, Anda tidak harus mengikuti ketentuan bank, namun bisa dinegosiasikan dengan pihak bank sehingga Anda dan bank mencapai kesepakatan bersama.

Karena deposito merupakan objek pajak, maka dari itu bunga yang akan Anda terima terlebih dahulu dipotong pajak. Besaran pajak yang akan dikenai adalah sebesar 20% dari bunga yang Anda terima. Pemotongan pajak ini hanya berlaku untuk deposito di atas 7.500.000. Sedangkan untuk deposito yang kurang dari 7.500.000 tidak dikenai pajak.

Sumber Gambar: bank-bca-bri-mandiri.info

Share This

Artikel Terkait Lainnya