ForexSignal88.com l Jakarta, 12/09/2017 – Memahami dividen yaitu sebagai pembagian laba perusahaan, kemudian laba tersebut dibagikan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki oleh pemegangnya. Maka dividen dapat dibagi dalam 5 jenis yaitu dividen tunai, dividen saham, dividen properti, dividen skrip dan juga dividen likuidasi.

Dividen tunai, ini merupakan cara pembayaran dividen yang dilakukan oleh perusahaan secara tunai. Terkadang perusahaan membayarkan dividen tunai ini sebanyak 2 hingga 4 kali dalam satu tahun. Dana dari pembayaran dividen tunai ini diambilkan dari laba ditahan yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga secara otomatis laba ditahan dan kas perusahaan akan berkurang.

Dividen saham, dividen juga dapat dibagikan dalam bentuk saham. Jika perusahaan membagikan dividen jenis ini, maka jumlah saham yang dimiliki pemilik akan bertambah. Pembagian dividen saham ini tidak mengubah kapitalisasi pasar karena cara pembagiannya mirip seperti stock split dimana pembayaran dividen saham dilakukan dengan cara menambah jumlah saham sambil mengurangi nilai dari tiap-tiap saham.

Dividen properti, ini merupakan pembayaran dividen melalui asset/aktiva selain kas. Ini dilakukan oleh perusahaan karena perusahaan terkadang mengalami kekurangan kas untuk membayar dividen tunai. Metode ini jarang dilakukan karena selain rumit, cara ini juga tidak begitu disukai oleh pemegang saham.

Dividen skrip, pembayaran dividen dengan metode ini dilakukan melalui surat janji hutang oleh perusahaan kepada pemegang saham. Perusahaan melalui surat tersebut menyatakan bahwa di waktu yang akan datang akan membayar dividen dengan jumlah tertentu kepada para pemegang saham. Dengan dikeluarkannya dividen skrip ini, secara otomatis perusahaan mengakui adanya hutang baru, dan hutang ini juga perlu dicatat di neraca. Dan juga, dividen jenis ini biasanya juga dikenai bunga, sehingga perusahaan juga harus membayar bunga hingga hutang tersebut dibayarkan kepada pemegang saham.

Dividen likuidasi, sesuai dengan namanya, likuidasi merupakan bentuk pembubaran/kebangkrutan perusahaan, sehingga jika ada perusahaan yang melakukan pembayaran dividen likuidasi, sebenarnya itu hanyalah pengembalian modal yang dilakukan oleh perusahaan kepada pemegang saham. Jika pembayaran dividen ini dilakukan karena perusahaan mengalami kebangkrutan, maka pembagian ini tidak mencerminkan kinerja perusahaan yang baik, pembayaran inipun dilakukan jika perusahaan masih memiliki kekayaan (sisa kekayaan setelah digunakan untuk membayar hutang-hutangnya), jika tidak ada sisa maka pemegang saham tidak akan mendapatkan apapun.

Sumber gambar: businessjargons.com

Share This