ForexSignal88.com l Jakarta, 12/09/2017 – Properti dan saham adalah dua instrumen investasi yang boleh dibilang paling populer di dunia. Keduanya sama-sama menjanjikan keuntungan besar bagi investor yang berani melabuhkan investasi ke wayahnya. Bahkan, properti dan saham seolah bersaing ketat dalam urusan ini. Mana yang lebih baik dari keduanya? Semuanya akan diulas di sini.

Kelebihan Investasi Properti dan Kelemahan Investasi Saham

  • Ada bentuk fisik yang bisa disentuh sehingga seseorang bisa lebih merasa aman saat berinvestasi pada sektor ini. Beda dengan investasi saham yang tidak terlihat karena investasinya hanya ditulis pada setumpuk kertas.
  • Harganya cenderung stabil dan terus meningkat, jarang terjadi fluktuasi seperti pada investasi saham.
  • Risiko kehilangan aset sangatlah kecil karena semua akan dimiliki sendiri. Sementara saham akan sangat tergantung pada performa perusahaan yang mengatur investasi tersebut.
  • Bisa dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman bank. Saham tidak.
  • Cashflow properti bisa didapat dari dua hal, yaitu sewa bulanan dan peningkatan capital gain. Sedangkan saham hanya pada pembagian dividen yang biasanya didapat setahun sekali dan penjualan saham saja.

Kelebihan Investasi Saham dan Kelemahan Investasi Properti

  • Saham tidak membutuhkan banyak uang untuk investasinya. Beda dengan properti yang memerlukan banyak dana sebelum bisa melabuhkan investasi di sana.
  • Saham lebih likuid ketimbang properti. Pencairan keuntungannya jauh lebih mudah ketimbang properti yang bahkan menjualnya pun masih membutuhkan banyak modal.
  • Dalam saham, seseorang hanya perlu membayar biaya broker saja untuk mempertahankan investasinya tetap tinggi. Sedang di properti, ada banyak biaya lagi yang perlu dikeluarkan seperti biaya perawatan, cicilan, atau service charge jika investasi pada apartemen.

Dari perbandingan yang disebutkan di atas memang properti terlihat memiliki lebih banyak keunggulan. Akan tetapi, sebetulnya, kedua investasi ini sama-sama baik. Masalahnya hanya tinggal, mana yang lebih dikuasai saja. Karena biar bagaimanapun agar bisa mendulang keuntungan di kedua investasi ini, Anda tetap membutuhkan keahlian. Dan lebih bagus lagi jika Anda menguasai keduanya. Sebab dengan begitu, Anda bisa menempatkan sejumlah portfolio investasi Anda pada banyak keranjang. Jadi, kalau satu keranjang rusak, maka keranjang lainnya bisa menutupinya.

“Don’t put all your eggs in one basket”

 Sumber gambar: accelainfinia.com

Share This