ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Tanpa sadar sebenarnya setiap orang telah melakukan investasi. Anak kecil berinvestasi mengorbankan waktu mainnya untuk belajar agar pintar, seorang ibu berinvestasi dengn mendidik anak agar jadi orang yang berguna. Semua orang melakukan investasi. Setiap Anda mengorbankan sesuatu yang Anda miliki sekarang dengan harapan memperoleh yang lebih baik dimasa mendatang, Anda telah berinvestasi. Anda berinvestasi pada saham, obligasi dan reksadana karena mengharapkan kenaikan nilainya dimasa mendatang.

Time Value of Money (Nilai uang menurut waktu)

Nilai uang berubah tergantung pada waktu dimana Anda memiliki kontrol atas uang tersebut dan menginvestasikannya. Waktu merupakan faktor terpenting dalam menentukan nilai uang. Jika seseorang berhutang pada Anda sebesar Rp. 100,000, apakah Anda ingin dilunasi hari ini atau satu tahun lagi? Jawabannya pasti hari ini. Sebab ‘daya beli’ Rp. 100,000 sekarang akan berbeda dengan satu tahun kemudian.

Perubahan ini terjadi karena inflasi. Inflasi merupakan istilah ekonomi untuk kenaikan harga-harga secara menyeluruh. Misalkan angka inflasi rata-rata 5%, berarti nilai barang rata-rata naik sebanyak 5%, sehingga ‘daya beli’ atau nilai uang Rp. 100,000 sekarang akan berkurang 5% menjadi Rp. 95,000 satu tahun berikutnya. Dan jika Anda memperoleh uang tadi sekarang, dan diinvestasikan pada deposito dengan bunga 10%, maka satu tahun kemudian Rp. 100,000 akan menjadi Rp. 110,000.

Real Return (Tingkat pengembalian riil)

Kalau investasi Anda tumbuh 10% dalam satu tahun, bukan berarti nilai uang Anda juga tumbuh 10%. Pertama hasil investasi tersebut harus dikurangi pajak dahulu. Misalkan setelah dikurangi pajak masih bersisa sekitar 8%, hasil tersebut masih tergerus oleh berkurangnya daya beli akibat inflasi, jika inflasi untuk tahun tersebut sekitar 5% maka real return (tingkat pengembalian riil) adalah 3%.

Investasi vs Spekulasi

Mungkin masih banyak yang bingung membedakan investasi dan spekulasi. Benar, keduanya sama-sama memiliki resiko, tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Tapi bagaimana membedakan antara investasi dan spekulasi? Saat Berinvestasi Anda menempatkan sebagian simpanan pada instrument yang mengandung resiko untuk mengharapkan apresiasi nilai dalam jangka panjang.

Sementara jika spekulasi menjanjikan keuntungan dalam jangka pendek yang sangat jarang terjadi dan tidak pernah memberikan manfaat dalam jangka panjang. Jika Anda secara tidak sengaja mendegar percakapan bahwa saham A akan ‘melonjak’ dalam jangka pendek, lalu keesokan harinya membeli saham tersebut lewat pialang, Anda telah berspekulasi (berjudi). Apa yang Anda ketahui tentang A, apa yang mereka jual? berapa angka penjualannya? berapa keuntunganya? apakah Anda kenal dengan kompetitor A?

Banyak hal yang mesti Anda tanyakan tentang A, sebelum merelakan uang yang Anda peroleh dengan susah payah pada suatu saham. Sederhananya menurut kami Anda berspekulasi (berjudi) jika merelakan uang Anda pada suatu hal yang Anda tidak mengerti. Dan ingat, untuk setiap uang yang Anda spekulasikan dan hilangkan, tidak akan pernah ada manfaat yang akan Anda terima di masa depan.

Sumber Gambar: marketbusinnessnews.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya