ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Setiap orang perlu berinvestasi untuk meningkatkan kemakmuran. Berinvestasi sudah menjadi kebutuhan dan sudah menjadi hal yang mudah untuk dilaksanakan. Seiring waktu, Berinvestasi saat ini bukan hanya untuk orang yang berdompet tebal saja, tetapi asalkan Anda mempunyai kelebihan pendapatan (setelah berhasil menutupi kebutuhan sehari-hari) maka Anda sudah layak menjadi orang yang mampu berinvestasi atau sering disebut investor. Semoga artikel investasi ini bisa membantu Anda memahami investasi.

Secara sederhana, investasi dapat diartikan sebagai menggunakan uang untuk membeli suatu aset untuk tujuan memperoleh keuntungan. Atau investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa depan dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Harapan pada keuntungan di masa depan merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan.

Seseorang tentunya harus memikirkan masa depan dimana pada saat kebutuhan hidup terus meningkat, kebutuhan yang dimaksud dapat berupa pendidikan, sarana transportasi, kesehatan, tempat tinggal, kebutuhan untuk rekreasi, ibadah, hingga kebutuhan untuk masa tidak produktif. Dengan berlatar belakang hal tersebut maka seseorang menyisihkan sebagian dari pendapatannya di masa produktif dan meng-investasikannya untuk masa dimana sudah kurang produktif.

Ada banyak pilihan dalam berinvestasi, diantaranya yaitu membuka deposito, menabung, membeli tanah dan bangunan, obligasi, membeli emas, saham, dan lain-lain. Secara umum aset yang menjadi objek investasi dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu:

Investasi Riil yaitu menginvestasikan sejumlah uang tertentu pada aset berwujud asli, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.

Investasi Finansial yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, asuransi, reksa dana dan lain-lain. Saham dan Obligasi termasuk dalam surat berharga yang dapat diperdagangkan. Atau sering disebut dengan efek adalah berupa saham atau bentuk lain seperti obligasi.

Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.

Sumber Gambar: yukinvestasisaham.com

Share This

Artikel Terkait Lainnya