ForexSignal88.com l Jakarta, 11/09/2017 – Karena sifat harganya yang dapat berubah-ubah sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar, harga beli obligasi pun dibedakan menjadi 3, yaitu:

   Harga Par, yaitu Obligasi ditawarkan atau dijual sesuai nilai nominalnya. contohnya: Obligasi dengan nilai nominal Rp1 miliar, dijual pada harga par, yaitu sebesar 100% x Rp1 miliar = Rp1 miliar.

   Harga Discount, yaitu obligasi ditawarkan atau dijual lebih murah dari nilai nominalnya. Contohnya: obligasi senilai nominal Rp1 miliar dijual discount di harga 94,5%, maka harga obligasi tersebut sebesar: 94,5% x Rp1 miliar = Rp945 juta.

   Harga Premium, yaitu obligasi ditawarkan atau dijual lebih mahal dari nilai nominalnya. Contohnya: obligasi senilai nominal Rp1 miliar dijual premium di harga 104%, maka harga obligasi tersebut sebesar: 104% x Rp1 miliar = Rp1,04 miliar.

Jika Anda berinvestasi obligasi dengan menggabungkan keuntungan kupon, dan keuntungan capital gain pun, tentunya hasil investasi yang bisa Anda dapatkan akan maksimal. Misalnya, Anda membeli obligasi sewaktu harga jualnya turun di bawah nilai nominalnya, misalnya 90%, lalu kemudian Anda pun menjualnya ketika harganya naik jauh di atas harga nominalnya, katakanlah 120%.

Walaupun demikian, strategi ini pun tentunya harus mempertimbangkan waktu pembayaran kupon, dan melihat fundamental perusahaan atau pihak penerbit obligasinya juga. Ada beberapa istilah keuntungan (yield) yang obligasi apabila obligasi dibeli pada rentang waktu yang berbeda:

   Coupon Yield, yaitu adalah keuntungan yang dihasilkan dihitung berdasarkan nilai kupon yang ditetapkan pada saat penerbitan. Misal nominal obligasi sebesar Rp1 miliar, membayar bunga sebesar 8%, maka coupon yield adalah sebesar 8%.

   Current Yield, yaitu keuntungan yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima terhadap harga beli obligasi tersebut. Misal obligasi dengan nominal Rp1 miliar, dibeli dengan harga 80% (Rp800 juta), dan memberikan bunga kupon sebesar 8% dari nominalnya, maka current yield adalah sebesar 8% / 80% = 10%.

   Yield to Maturity, yaitu tingkat pendapatan yang akan diperoleh investor apabila memiliki obligasi sampai jatuh tempo. Misal, obligasi dengan nominal Rp1 miliar, dibeli oleh investor dengan harga discount sebesar 80%, atau Rp800 juta. Pada saat jatuh tempo, investor akan menerima Rp1 miliar, yang berarti untung sebesar Rp200 juta. Maka yield to maturity yang diterimanya adalah sebesar Rp200 juta.

Sumber: finansialku.com

Sumber Gambar: slideshare.net

Share This

Artikel Terkait Lainnya